Penyakit Anemia

Anemia adalah berkurangnya jumlah sel darah merah atau kandungan hemoglobin didalam darah. Hemoglobin (Hb) adalah suatu senyawa protein pembawa oksigen didalam sel darah merah. Sel darah merah di produksi di sumsum tulang. Sebagai bahan baku diperlukan zat gizi dari makanan, termasuk berbagai vitamin (B2,B12) dan mineral (zat besi).

Berikut adalah gejala yang dialami oleh penderita anemia :

  • Mudah letih bila melakukan aktifitas fisik/ mental
  • Nafas pendek
  • Pusing
  • Tidak nafsu
  • Pucat

Apabila anda mnegalami gejala diatas, sebaiknya anda waspada dan perlu mengetahui hal-hal yang merupakan penyebab anemia, seperti pendarahan (luka, haid berlebihan, dan cacing tambang), keruskan sel darah merah yang berlebihan (disebabkan reaksi transfusi yang tidak cocok), serta produksi sel darah merah berkurang atau kurang gizi (zat besi, vit B2), gagal gunjal, kanker, dan penyakit kronis lainnya.

 

Posted in Penyakit Anemia | Tagged , , , , , , | Comments Off on Penyakit Anemia

Anemia atau Kurang Darah

Menurut bahasa Yunani, anemia adalah tanpa darah. Anemia merupakan suatu kondisi saat jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin (protein pembawa oksigen) dalam sel darah merah berada di bawah normal. Sel darah merah atau hemoglobin yang bertugas sebagai media yang membawa oksigen dari paru-paru dan menghantarkan ke seluruh bagian jaringan tubuh.

Gambar skema tubuh penderita anemia dan sel darah merah

Anemia atau yang lebih dikenal di masyarakaat sebagai berkurangnya jumlah sel darah merah atau jumlah sel hemoglobin dalam sel darah merah yang mengakibatkan darah tidak mampu membawa oksigen dalam jumlah yang cukup sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Anemia yang merupakan suatu kondisi dimana kadar hemoglobin atau berkurangnya jumlah eritrosit dalam 1 mm3 (satu milimeter kubik) darah atau kurangnya volume sel darah merahyang memadati dalam 100 ml darah (darah kurang dari ukuran normal).

Seseorang yang terkena anemia mudah mengalami penurunan kondisi secara fisik seperti cepat lelah, kurang bergairah, konsentrasi menjadi lemah, menurunnya selera makan, sering mengalami pusing dikepala, sesak nafas, mudah kesemutan, detak jantung yang berdebar-debar atau jantung dengan cepat memompa darah, dan gejala lainnya yang mudah sekali terlihat secara fisik oleh mata. Terkadang beberapa diantaranya mereka yang memiliki anemia mengalami kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Anemia memiliki kaitan erat dengan tekanan darah rendah, mengapa hal ini dapat terjadi mereka yang memiliki tekanan darah rendah cenderung sering mengalami anemia, karena tekanan darah yang rendah sekitar 90/80 mmHg membuat seseorang sering mengalami gejala anemia. Tubuh seseorang yang mengalami anemia, disebabkan karena produksi sel darah merah dengan jumlah yang minimal atau produksi sel darah merah yang rendah.

Sel darah merah memiliki fungsi yang sangat penting di dalam tubuh yakni sebagai media atau alat pengantar zat gizi terutama oksigen. Oksigen sangat dibutuhkan tubuh untuk proses fisiologis dan biokimia pada seluruh jaringan tubuh. pasokan oksigen dan sel darah merah yang kurang akan membuat seseorang mengalami anemia dan timbul gangguan fisiologis pada tubuh.

Timbulnya anemia juga dapat disebabkan oleh asuhan pola makan yang salah, tidak teratur dan tidak menyeimbangkan kecukupan sumber gizi yang dibutuhkan tubuh, terutama kurangnya sumber makanan yang mengandung zat besi. Zat besi mudah diperoleh dari macam-macam sayuran hijau, buah dan dari nasi sekitar 1 % yang mudah diserap oleh tubuh dan dari ikan sebanyak 11 %. Zat besi merupakan senyawa penting sebagai penyusun hemoglobin (sel darah merah), tubuh membutuhkan zat besi sekitar 1 – 3,2 mg per hari.

Posted in Penyakit Anemia | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Mencegah Penyakit Anemia

Mencegah Penyakit AnemiaPenyakit anemia merupakan penyakit yang kaitannya dengan sel darah merah. Jumlah sel darah merah yang sangat rendah adalah kondisi yang dialami ketika menderita anemia. Jumlah sel darah yang hanya sedikit tidak baik untuk kesehatan tubuh, karena ada banyak fungsi sel darah merah. Sel darah memiliki tugas yang sangat penting, yang mengharuskan untuk membawa oksigen dan juga membawa nutrisi keseluruh tubuh. jadi keadaan ini bisa berdampak buruk bagi seluruh organ tubuh. sebab tidak ada satu pun organ tubuh yang tidak membutuhkan sel darah.

karena ada masalah pada produksi sel darah merah maka bisa mengalami anemia, atau terhambatnya produksi sel darah merah pun juga bisa menyebabkan penyakit anemia. Penyakit anemia pun bisa dialami oleh siapa pun, bukan hanya orang dewasa saja tetapi semua kalangan usia pun juga bisa mengalami penyakit anemia. Jadi jika ingin menjaga kesehatan tubuh dengan baik harus memperhatikan jumlah sel darah juga agar tidak mengalami penyakit anemia.

Ada beberapa penyebab penyakit anemia yang bisa dialami, seperti mengalami masalah pada darah seperti kelainan darah. kelainan darah bisa menyebabkan fungsi darah tidak berjalan dengan baik. sel darah yang tidak normal ialah sel darah dengan bentuk sel sabit. Sel sabit memang kelainan yang terjadi sejak dini karena faktor genetik, karena sel sabit menggumpal dan juga menggumpal oleh karena itu tidak berfungsi dengan baik. selain itu penyakit anemia juga bisa terjadi karena disebabkan oleh sum sum tulang belakang, yang menyebabkan penderitanya mengalami masalah untuk memproduksi sel darah merah. Sum sum tulang belakang yang tidak dapat memproduksi sel darah merah dengan jumlah yang cukup karena penyakit autoimun atau pengaruh genetik.

Penyebab penyakit anemia juga bisa karena sedang mengandung atau hamil. wanita yang sedang hamil sangat rentan untuk mengalami anemia apabila tidak mengkonsumsi vitamin penambah darah. karena kebutuhan nutrisi yang digunakan untuk menghasilkan sel darah lebih banyak dibandingkan dari pada sebelum hamil sebab di dalam rahim ada janin atau bayi yang membutuhkannya juga. selain itu, penyebab penyakit anemia karena makan tidak teratur, kondisinya tidak jauh berbeda dari sebelumnya, yaitu dimana tubuh mengalami kekurangan nutrisi akibat makan yang tidak teratur dan juga makanan yang dikonsumsi kurang sehat jadi jumlah sel darah menurun.

Mencegah Penyakit Anemia

Penyakit anemia juga bisa dialami karena disebabkan oleh konsumsi makanan dan minuman juga. makanan dan minuman yang memberikan efek pada pencernaan yang tidak bisa menyerap organ nutrisi yang masuk dengan baik sehingga sum sum tulang belakang tidak bisa menghasilkan sel darah dengan maksimal karena tidak ada banyak nutrisi yang sesuai kebutuhan. Penyakit anemia yang juga bisa dialami karena efek samping dari obat. obat yang di konsumsi bisa memberikan efek pada tubuh untuk melemahkan pencernaan untuk menyerap nutrisi dari makanan dengan baik juga, jadi akan mengalami penyakit anemia setelah mengkonsumsi obat tersebut. Cacingan juga salah satu pemicunya dan sering terjadi pada anak anak.

Faktor pemicu penyakit anemia bisa dari dehidrasi, karena kurang minum maka efeknya pun bisa menyebabkan penyakit anemia juga meskipun tidak berjangka panjang. Faktor risiko selanjutnya adalah pendarahan. Terjadinya pendarahan pun bisa meningkatkan risiko untuk mengalami anemia dikarenakan jumlah darah yang keluar dan yang dihasilkan tidak sama sehingga tidak seimbang. Maka dari itu ada akan ada efek atau respon dari tubuh karena kekurangan sel darah merah.

Seperti pusing kepala, dan sulit untuk konsentrasi adalah respon dari otak yang kekurangan oksigen dan nutrisi. Begitu pula pada paru paru yang sulit bernapas dengan baik karena kurang oksigen sehingga bisa sesak napas. Lemas, pucat dan mudah lelah bisa dialami juga. maka dari itu obat anemia bisa digunakan, dan setelahnya mencegah penyakit anemia agar tidak terulang kembali. mencegah penyakit anemia bisa seperti dibawah ini :

  • Makan yang teratur, mencegah penyakit anemia dengan memperbaiki waktu makan. pola makan yang tidak teratur bisa meningkatkan risiko mengalami anemia malanutrisi. Karena itu usahakan agar tidak sering menunda makan agar tidak mengalami anemia malanutrisi.
  • Asupan makanan yang sehat, mencegah penyakit anemia dengan jenis makanan yang sehat. perhatikan jenis makanan yang akan di konsumsi, pastikan jika makanan sehat dan jumlah nutrisi sesuai yang dibutuhkan oleh tubuh. karena akan percuma jika banyak makan tetapi tidak makan makanan yang sehat. oleh sebab itu makan lah makanan yang sehat agar produksi sel darah merah berjalan dengan baik.
  • Vitamin, mencegah penyakit anemia vitamin juga bagus di konsumsi untuk mencegah berbagai macam penyakit termasuk anemia. Vitamin dari buah dan sayuran yang juga bisa menambahkan nutrisi untuk tubuh untuk meningkatkan sel darah. untuk wanita hamil sangat penting untuk mengkonsumsi vitamin.
  • Cukup istirahat, mencegah penyakit anemia dengan istirahat yang cukup, tidur di malam hari dan mengelola stress akan menurunkan risiko untuk mengalami penyakit anemia. Maka dari itu istirahat yang cukup dan tidak terlalu lelah. (By:RM)

Mencegah Penyakit Anemia

Posted in Jenis-Jenis Anemia, Penyakit Anemia | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Pencegahan Penyakit Anemia

Pencegahan Penyakit AnemiaPenyakit anemia pastinya bukan penyakit asing lagi untuk di dengar, sebab sudah banyak orang yang pernah mengalami anemia meskipun hanya sesaat saja. Anemia kondisi yang menyebabkan sel darah merah jumlahnya hanya sedikit. kondisi ini menyebabkan penderitanya mengalami masalah pada fungsi tubuh jika berlangsung lama. karena sel darah merah memiliki fungsi yang sangat penting untuk seluruh tubuh. sel darah merah juga disebut dengan hemoglobin atau sering di singkat dengan sebutan hb.

Hb ini memiliki fungsi untuk membawa oksigen dan juga nutrisi. Setiap organ tubuh membutuhkan nutrisi dan juga oksigen, maka dari dampaknya jika kekurangan sel darah merah bisa ada penurunan fungsi beberapa organ tubuh. penyakit anemia juga jenis penyakit yang bisa terjadi oleh siapa pun bukan hanya pada orang dewasa saja tetapi anak anak pun juga bisa mengalami anemia. Kadar normal hb agar tidak mengalami anemia adalah 12 atau 17 gm/dl jadi perlu dijaga dengan baik.

Penyakit anemia bisa terjadi karena disebabkan oleh banyak hal, dari penyakit atau pun dari gaya hidup yang dilakukan. untuk jenis penyakit anemia yang kronis dan jangka panjang biasanya terjadi karena memiliki kelainan yang menyebabkan produksi darah menurun atau hal lainnya. seperti yang terjadi ketika menderita penyakit anemia aplastik. Penyakit anemia aplastik terjadi karena disebabkan oleh masalah kesehatan tubuh yang kondisinya berbeda seperti orang normal. penderita penyakit anemia aplastik memiliki kadar sel darah sedikit atau mengalami hb rendah karena disebabkan oleh sums sum tulang belakang yang tidak berfungsi dengan baik. yang menyebabkan sum sum tulang belakang tidak berfungsi dengan baik ialah penyakit autoimun atau infeksi.

Untuk jenis penyakit anemia lainnya yaitu penyakit talasemia yang menyebabkan anemia kronis atau jangka lama. umumnya penyakit talasemia terjadi sejak dini atau pada anak anak sudah mengalami anemia, karena faktor pemicu terjadinya penyakit talasemia adalah faktor genetik. Penderita talasemia memiliki sel darah yang tidak baik karena sel darah mudah pecah. Untuk jenis lainnya jika sel darah berbentuk sabit. Sel darah sabit juga lebih mudah pecah dan juga menggumpal. Karena itu penyakit anemia jenis sel sabit ini menyebabkan anemia jangka panjang juga karena tubuh selalu menghasilkan sel sabit yang tidak difungsikan dengan normal. perlu diketahui jika bentuk normalnya adalah bulat dan pipih.

Pencegahan Penyakit Anemia

Penyakit anemia yang cukup sering terjadi baik pada anak anak dan orang dewasa ialah anemia malanutrisi. Penyakit anemia malanutrisi ini bisa ringan dan bisa parah jika berlangsung lama. malanutrisi keadaan yang membuat tubuh tidak menghasilkan sel darah dengan jumlah yang cukup. Sel darah dengan jumlah yang sedikit bisa terjadi apabila bahan dasar pembentuk sel darah hanya sedikit. bahan dasar pembentuk sel darah adalah nutrisi dan vitamin yang di dapatkan dari makanan. Untuk itu pada orang orang yang memiliki kebisaan buruk menunda makan atau pun sering makan makanan yang tidak sehat bisa menderita penyakit anemia.

Ada pun pemicu anemia malanutrisi, bisa dari makanan dan minuman yang dikonsumsi seperti mengkonsumsi kopi atau teh secara berlebihan efeknya tidak baik untuk pencernaan karena bisa menyebabkan proses penyerapan nutrisi lebih lambat, begitu pun bisa karena efek samping menggunakan obat kimia. cacingan pun bisa menjadi pemicunya, karena cacing bisa mengambil semua nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. maka dari itu akan membuat penderitanya merasakan gejala anemia yang seperti tubuh lemas, mudah lelah untuk melakukan aktivitas.

Selain itu kulit pucat, penurunan suhu badan, sering pusing atau pun sesak napas. Jika hal itu terjadi bisa menggunakan obat anemia. Dan pada saat sembuh melakukan pencegahan penyakit anemia. Pencegahan penyakit anemia seperti dibawah ini :

  • Pola makan teratur, pencegahan penyakit anemia bisa di mulai dengan memperbaiki pola makan. jika memiliki pola makan yang tidak teratur,sebaiknya dihentikan mulai sekarang. Karena selain membahayakan kesehatan lambung juga bisa menyebabkan gangguan tubuh untuk menghasilkan sel darah baru. Maka dari itu jika tiba waktu makan bisa melakukannya dan jangan ditunda sebab jika ditunda bisa menghilangkan nafsu makan juga.
  • Makan makanan sehat, pencegahan penyakit anemia yang kedua juga harus memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi. Makan secara teratur tetapi jika jenis makanan yang dikonsumsi tidak mengandung banyak nutrisi yang bagus untuk tubuh pun pun percuma. Oleh karena itu makan makanan yang sehat, sayuran, buah dan makanan penambah darah lainnya yang bagus untuk membentuk sel darah merah.
  • Minum air mineral yang cukup, pencegahan penyakit anemia yang sangat mudah untuk dilakukan hanya dengan mengkonsumsi air mineral. Dengan mengkonsumsi air mineral secara teratur pun bisa membantu melancarkan fungsi organ tubuh untuk selalu berfungsi dengan baik termasuk yang menghasilkan sel darah.
  • Menjaga kesehatan, pencegahan penyakit anemia dengan menjaga kesehatan tubuh agar tidak mudah sakit yang juga meningkatkan risiko terjadinya anemia. Cukup istirahat dan juga olahraga yang teratur merupakan upaya yang baik menjaga kesehatan seluruh tubuh. (By:RM)

Pencegahan Penyakit Anemia

Posted in Jenis-Jenis Anemia | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Anemia Aplastik

Penyakit Anemia Aplastik – bagi orang yang memiliki riwayat penyakit seperti ini, harus di tindak lanjuti dan tidak boleh di biarkan begitu saja, agar tidak semakin berisiko dan fatal. penyakit anemia aplastik ini wajib disembuhkan dengan waktu yang cepat. banyak cara yang bisa membuat penyakit ini sembuh. dan salah satunya dengan menggunakan daun bayam. Cara mengolah daun bayam ini, paling mudah dan tidak perlu repot repot ketika membuatnya. penyakit anemia aplastik adalah penyakit yang terjadi pada sel darah merah dan sel darah putih yang pada bagian sumsum tulang belakang juga ikutan bermasalah. Penyakit anemia ini, hanya separuh saja yang bisa mengalaminya dan sebagian lagi tidak.

DKT-Obat-Herbal-Anemia-Aplastik

Penyakit ini memiliki resiko yang tinggi jika mempunyai riwayat penyakit ini. dalam proses pencegahan yang dapat kalian lakukan adalah dengan selalu menjaga kesehatan dari mulai kegiatan atau pola hidup yang baik. Di sayur atau direbus yang di jadikan sebagai lalapan, itu sudah lebih dari cukup. cara ini cukup simple dan mudah untuk di lakukan oleh siapa saja. Tanpa menimbulkan efek samping sama sekali. Mendapatkan jenis sayuran ini, juga sangat mudah yang tidak mengeluarkan biaya yang banyak. pada umumnya penyebab anemia aplastik ini sama saja dengan anemia biasa. Kehamilan, kemoterapi, mengkonsumsi obat obatan yang terlalu sering dan infeksi virus.

Penyakit Anemia Aplastik

Penyakit anemia aplastik memiliki tanda tandanya. dan berikut akan kami jabarkan mengenai gejala yang di alaminya pada penderita anemia aplastik.

  • Mudah lelah

Rasa cape yang mudah terjadi itu penyebabnya bisa karena ulah dari Anda sendiri. dan rasa lelah dapat di atasi dengan beristirahat ayang cukup. istirahat di lakukan selama tujuh jam dalam perharinya. Dan tidak boleh kurang atau lebih, jika kurang akan memicu terjadinya penyakit lain datang. siapa pun bisa mengatasinya dengan mudah dan tak ada kesulitan dalam menjalankannya. Tanda tanda penyakit anemia aplastik adalah rasa lelah yang sering di alami. bahkan untuk proses penyembuhannya sangat lama untuk di lakukan. Anemia aplastik merupakan penyakit yang bisa memunculkan kondisi tubuh memburuk apabila tidak di atasi dengan segera.

  • Jantung berdetak lebih cepat

Pada manusia yang tidak memiliki penyakit apapun, pasti pada perdetakan jantungnya akan mengalami kenormalan dalam berdetaknya yang beraturan, kecuali sehabis melakukan kegiatan yang membuat kalian terasa capat mengalami ngos ngosan. Kejadian ini sering terjadi tanpa adanya penyebab. Ciri ciri penyakit anemia aplastik adalah jantung berdetak lebih cepat. maka dari itu, bagi kalian yang sedang mengalami penyakit ini, harus segera di berikan pengatasian, karena ciri ini termasuk golongan yang berat yang mengena pada organ jantung.

Gusi yang berdarah itu biasanya di sebabkan oleh sikat gigi yang terlalu kencang dan kontur mulut yang tidak sesuai sikat gigi. banyak masalah ini yang sering terjadi pada diri Anda. dan oleh sebab itu kita harus selalu menjaga kesehatan mulut dan memperhatikannya, agar tidak mudah mengalami pendarahan pada bagian gusi. Penyakit anemia aplastik juga memiliki ciri ciri seperti gusi berdarah.

  • Pendarahan

Pendarahan akibat dari kecelakaan, penyakit yang sedang di alami dalam menjalankan operasi dan melahirkan serta menstruasi itu bisa di sebut dengan pendarahan. Semua inilah yang bisa mendatangkan penyakit anemia aplastik hadir pada diri kalian. Jadi, jagalah tubuh atau badan Anda dengan baik, agar tidak mengalami anemia yang berjenis aplastik.

Tanda tanda penyakit anemia aplastik pun akan mengalami hal seperti ini, yaitu mimisan. Karena darah yang di keluarkan akan membuat anemia kambuh. Mimisan atau hidung berdarah adalah penyakit yang terjadi pada bagian daerah hidung dan penyebabnya karena kecapean akibat aktivitas yang sering di lakukan. Mimisan ini biasa terjadi oleh siapa saja. Adapun cara menyembuhkan penyakit mimisan ini dapat di lakukan dengan berbagai macam cara. Ada yang menggunakan bahan bahan herbal atau juga bisa dengan melakukan tindakan seperti tidur dengan bantal yang rendah atau dangak untuk mengurangi darah yang keluar.

  • perubahan warna kulit

Memang gejala ini merupakan gejala yang sering terjadi dan terbilang ringan. Tetapi walaupun memiliki sifat ini, kita tidak boleh menyepelehkannya. perubahan warna kulit seperti kulit pucat yang dalam peredaran darahnya tidak lancar. bukan hanya kulit saja yang mengalami kepucatan tapi pada bibir serta kuku pun juga ikut berubah menjadi biru. Hal inilah yang bisa di alami pada gejala penyakit anemia aplastik. Dan oleh sebab itu, lebih berhati hati lagi dalam kondisi seperti ini, yang bisa menyebabkan penyakit ini datang.

Ada beberapa penyakit yang bisa  mengakibatkan pernafasan menjadi sesak. Seperti paru paru, jantung, bronkitis dan asma. Jadi berwaspadalah diri, bila kalian mengalami ini semua. Ada satu alat yang bisa mengatasi masalah ini semua. Dan alat tersebut bisa di temukan di apotek terdekat. yang harus kalian bawa kemana mana, jika terjadi. karena sesak  nafas akan muncul pada tempat dan waktu yang tidak di tentukan. Gejala penyakit anemia aplastik terjadi persesakan nafas. Nafas yang sesak akan terasa sulit jika kita mengambil nafas atau menghirupnya. Dan sesak nafas ini bisa membuat tubuh kita kehilangan keseimbangan yang artinya pingsan.

Penyakit Anemia Aplastik

Posted in Penyakit Anemia | Tagged , , , , | Leave a comment

Obat Tradisional Penyakit Anemia

Obat Tradisional Penyakit Anemia Penyakit anemia adalah salah satu penyakit yang banyak diremehkan oleh penderitaya. Penyebab dari penyakit anemia banyak sekali. Namun jika tidak mendapatkan penanganan dengan segera, maka bisa beresiko fatal bagi kondisi tubuh kita. Penyakit anemia menimbulkan suatu efek yang berdampak buruk bagi kondisi tubuh kita. Oleh sebab itulah, sebaiknya lakukanlah pola hidup yang baik supaya mengurangi resiko penyakit anemia.

Obat Tradisional Penyakit Anemia

Penyakit anemia yang sering disebut dengan kurang darah, yakni dimana jumlah dari Hb atau hemoglobin atau sel darah merah menurun dibawah normal. Hb sendiri peranannya sangat penting bagi tubuh kita. Karena fungsinya yang mengangkut oksigen ke dalam paru-paru untuk di edarkan ke seluruh tubuh. dan jika seseorang mengalami anemia, maka akan menghambat sistem tranportasi dari sel darah merah untuk di edarkan ke seluruh tubuh sehingga menyebabkan penderitanya mengalami kekurangan oksigen dalam memproduksi energi.

Obat Tradisional Penyakit Anemia

Obat Tradisional Penyakit Anemia

Gejala anemia yang sering terjadi adalah :

  1. Kelopak mata menjadi pucat
    Salah satu cara yang dilakukan untuk mendeteksi seseorang mengalami anemia adalah dengan melihat bagian kelopak matanya jika pucat, maka bisa saja mereka mengalami anemia.
  2. Sering mengalami kelelahan
    Biasanya penderita penyakit anemia lebih sering merasa cepat lelah walaupun bentuk aktivitas yang dilakukan ringan. dan jika Anda sering lelah dalam waktu yang lama sekitar 1-2 bulan, maka ada resiko Anda mengalami penyakit anemia. Karena pasokan dari energi yang ada didalam tubuh tergantung dari oksidasi serta jumlah sel darah merah. Jika jumlah sel darah merah semakin menurun maka tingkat oksidasi yang ada didalam tubuh juga lama kelamaan akan semakin berkurang.
  3. Mual
    Mereka yang mengalami anemia biasanya akan sering mengalami mual di pagi hari atau yang lebih dikenal dengan morning sickness.
  4. Sakit kepala
    salah satu gejala anemia yang satu ini adalah gejala yang tersering. Penyebabnya adalah akibat kurangnya sel darah merah sehingga otak akan mengalami kekurangan oksigen. Dan hal ini bisa menimbulkan sakit kepala yang luar biasa.
  5. Wajah menjadi pucat
    Warna kulit yang pucat dan putih agak kekuningan adalah gejala umum anemia.
  6. Rambut rontok
    rambut rontok bisa saja gejala dari anemia. Karena disat kulit kepala kurang mendapatkan asupan makanan yang cukup dari dalam tubuh kita. Maka rambut menjadi tidak sehat serta akan beresiko mengalami kerontokan.
  7. Sistem daya tahan tubuh menurun
    jika seseorang mempunyai energi yang sedikit, maka sistem daya tahan tubuhnya untuk bisa melawan penyakit semakin menurun. Dan begitu juga Anda akan lebih mudah mengalami kelelahan dan bisa mudah sakit.

Untuk membantu mengatasi hal ini, maka Anda bisa mencoba membuat Obat Tradisional Penyakit Anemia. Obat Tradisional Penyakit Anemia adalah :

  1. Bayam duri
    bayam duri merupakan salah satu jenis sayuran dengan kandungan zat besi tinggi didalamnya, garam fosfat, vitamin A, C, dan K. Dan kandungan lain yang ada didalamnya adalah amarantin, kalium nitrat, serta piridoksin. Cara membuat Obat Tradisional Penyakit Anemia dari bayam duri adalah ambillah setengah genggam daun bayam duri. Kemudian dicuci sampai bersih dan digiling halus. Setelah itu ditambahkan dengan setengah cangkir air matang. Dan peras, kemudian saring hanya untuk diambil airnya. Kemudian ditambahkan dengan 1 kuning telur ayam serta 1 sendok makan madu murni. Dan aduklah sampai merata. Ramuan ini untuk diminum sekali, dan lakukanlah 2 kali sehari.
  2. Tapak liman
    Obat Tradisional Penyakit Anemia yang kedua adalah tapak liman. Kandungan saponin, flavonoid, dan polifenol didalamnya. Menurut salah satu penelitian yang menyebutkan mengenai kandungan dari zat besi yang ada didalam akar serta daun tapak liiman, kandungan zat besi yang terdapat didalamnya sebesar 45,4% dan di dalam daunnya adalah sekitar 30,2%. Cara membuat Obat Tradisional Penyakit Anemia dari tapak liman adalah ambillah 3 batang tapak liman, setelah itu direbus dengan menggunakan 3 gelas air minum hingga yang tersisa adalah tinggal ¾ nya saja. Dan jika sudah dingin saringlah, kemudian ditambahkan dengan madu murni secukupnya saja. Ramuan ini bisa diminum untuk sekali minum. Dan dosis minumnya adalah 2 kali sehari.
  3. Lempuyang wangi
    Obat Tradisional Penyakit Anemia yang selanjutnya adalah lempuyang wangi. Tumbuhan yang satu ini adalah jenis tumbuhan liar yang banyak hidup di hutan jati. Dan menurut penelitian yang dilakukan pada kelinci menunjukkan adanya suatu peningkatan dari kadar Hb serta jumlah eritrosit setelah kelinci tersebut diberikan infus rimpang lempuyang wangi selama kurun waktu 16 hari. Dan ambillah ½ jari rimpang lempuyang wangi. Kemudian jika sudah dicuci sampai bersih dan dipotong seperlunya saja, rebuslah dengan 4 ½ gelas air minum sampai yang tersisa hanya tinggal setengahnya saja. Jika sudah dingin disariing, dan tambahkan madu murni secukupnya saja. Ramuan Obat Tradisional Penyakit Anemia ini dapat diminum 2 kali sehari.

Untuk Anda yang mengalami anemia, maka Anda bisa mencoba sendiri membuat ramuan ini dirumah. Itulah informasi mengenai Obat Tradisional Penyakit Anemia. Semoga bermanfaat.

Obat Tradisional Penyakit Anemia

Posted in Penyakit Anemia | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Anemia dan Cara Mengatasinya

Penyakit Anemia dan Cara MengatasinyaPenyakit Anemia adalah salah satu kondisi yang ditandai dengan jumlah sel darah merah atau hemoglobin yang ada didalam sel darah berada pada agka normal. Dan bisa dikatakan bahwa penyakit anemia adalah salah satu penyakit yang kasusnya banyak ditemukan. Dan lebih banyak ditemukan oleh wanita. Penyebab anemia bisa disebabkan karena pendarahan yang terjadi dengan berlebihan, akibat sel darah merah yang mengalami kerusakan dengan berlebihan atau juga akibat dari kurangnya pembentukan dari sel darah merah.

Penyakit Anemia dan Cara Mengatasinya

Penyakit Anemia dan Cara Mengatasinya

Penyakit anemia bisa terjadi disaat tubuh tidak bisa menghasilkan sel darah merah dengan jumlah yang cukup yang diproduksi oleh sumsum tulang. Dan biasanya proses ini membutuhkan asupan zat besi, asam folat, serta vitamin B12. Dan sel darah merah juga bisa didapatkan dari eritropoiten atau EPO. EPO merupakan salah satu hormon yang dibuat didalam ginjal. Dan penyebab yang lain yang bisa memicu terjadinya penyakit anemia atau kurang darah adalah :

  1. Pendarahan saat sedang menstruasi
  2. Pecah pembuluh darah
  3. Mengalami kecelakaan
  4. Kekurangan akan asupan zat besi
  5. Kurang asupan vitamin C, vitamin B12
  6. Akibat terjadinya pembesar lompa
  7. Kerusakan sel darah merah secara mekanik
  8. Penyakit hemoglobin C dan Hemoglobin S-C
  9. Penyakit thalasemia
  10. Reaksi dari autoimun pada sel darah merah
  11. Kerusakan yang terjadi pada sumsum tulang atau juga pada ginjal
  12. Penghancuran dari sel darah merah.

Gejala Anemia

Beberapa gejala anemia yang sering terjadi adalah :

  1. Terlihat lesu, lemas, dan juga letih
  2. Selaput darah mata biasanya terlihat lebih pucat
  3. Telapak tangan yang terlihat memutih
  4. Bibir yang pucat dan tidak bersemu adanya warna kemerahan
  5. Wajah akan terlihat pusat pasi
  6. Kuku kaki dan juga tangan akan terlihat lebih pucat dan juga putih.
  7. Lebih cepat merasa kelelahan
  8. Sering merasa pusing atau sakit kepala
  9. Merasakan sesak nafas disaat sedang melakukan aktivitas
  10. Telinga berdengung
  11. Gangguan sakit haid atau penurunan libido
  12. Elastisitas pada kulit yang menurun
  13. Rambut menjadi tipis dan juga halus.

Penyakit Anemia dan Cara Mengatasinya

Penyakit anemia dan cara mengatasinya dilakukan dengan memberikan asupan yang cukup seperti zat besi didalam darah. makanan-makanan yang bisa membantu penyakit anemia dan cara mengatasinya adalah :

  1. Mengonsumsi kacang-kacangan
    Penyakit anemia dan cara mengatasinya dilakukan salah satunya adalah dengan mengonsumsi kacang-kacangan. Karena kacang-kacangan adalah salah satu jenis makanan yang sangat baik yang bisa membantu dalam meningkatkan sel darah merah yang ada didalam tubuh. dengan cara memperbanyak asupan kacang-kacangan, maka penyakit anemia bisa diatasi.
  2. Mengonsumsi daging dan seafood
    Penyakit anemia dan cara mengatasinya adalah dengan mengonsusmi daging. Yang paling utama adalah dagiing kambung dan juga seafood yang mempunyai kandungan yang banyak seperti vitamin B12, zat besi, dan juga makanan yang mengandung asam folat yang bisa berperan penting untuk membantu meningkatkan produksi dari sel darah merah. Untuk itu disaat Anda sedang mengalami penyakit anemia, maka sebaiknya konsumsilah asupan makanan seperti daging dan seafood yang harus dikonsumsu dengan teratur dan tidak berlebihan.
  3. Mengonsumsi sayuran hijau
    Penyakt anemia dan cara mengatasinya adalah dengan mengonsumsi sayuran. Sayuran yang mempunyai warna hijau yang sangat baik dalam membantu meningkatkan zat besi yang ada didalam tubuh. dan pada beberapa jenis sayuran yang mirip seperti kol, kangkung, atau juga kubis dan bayam yang dianggap bisa membantu dalam mengobati penyakit anemia.
  4. Mengonsumsi buah-buahan
    Cara mengatasi penyakit anemia dengan mengonsumsi buah-buahan. Buah-buahan mengandung nutrisi dan juga zat yang sangat baik untuk kesehatan tubuh. dan dari buah juga bisa membantu dalam mengatasi penyakit kurang darah ini misalnya adalah seperti buah semangka, buah anggur, dan buah apel dimana buah-buahan tersebut bisa membantu dalam meningkatkan produksi dari darah sehingga bisa mengatasi penyakit anemia.
  5. Bawang merah dan telur
    Cara mengobati anemia dengan menggunakan campuran dari bawang merah serta telur. Anda bisa mrebus bawang merah terlebih dahulu yang dicampurkan dengan sebutir kuning telur. Kemudian rebusan dari kedua bahan tadi dimakan.

Konsumsi beberapa jenis makanan dibawah ini :

  1. Kerang, tiram, dan juga remis
  2. Anda juga bisa mengonsumsi hati sapi dan daging sapi
  3. Makanan seafood dan ikan misalnya seperti kaviar, gurita, makarel, herrking, salmon, ikan tuna, ikan cod, dan sarden, trout bluefish, kepiting serta lobster
  4. Daging domba
  5. Keju
  6. Dan juga telur

Selain dengan mengonsumsi beberapa jenis makanan diatas, hal yang harus diperhatikan adalah dengan memelihara dan menjaga pola hidup sehat yang merupakan salah satu kunci dalam mencegah penyakit anemia. Dalam membiasakan diri untuk melakukan olahraga yang ringan yang dilakukan secara teratur yang membantu dalam melancarkan peredaran darah. dan selain itu juga tidak begadang dan mempunyai pola tidur yang sehat yang bisa membantu dalam mencegah terjadinya penyakit anemia atau penyakit kurang darah.

Itulah informasi mengenai penyakit anemia dan cara mengatasinya. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda semua. Terimakasih

Penyakit Anemia dan Cara Mengatasinya

Posted in Penyakit Anemia | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penanganan Penyakit Anemia Pada Anak

anemia-gizi-anakSalah satu contoh penelitian, jika anak yang mengarah pada defisiensi zat besi maka kepandaian atau kemampuan psikomotornya sudah terpengaruh yaitu mulai berkurang. Bahkan pada anemia ringan saja kemampuan psikomotornya sudah turun sekitar 15-20 point. Padahal dengan psikomotornya yang berkembang maka anak bisa bereksplorasi dan mendapatkan stimulasi dari apa yang dilihat dan didengar. Namun ketika psikomotornya berkurang maka akan mengalami kesulitan dalam menerima stimulasi.

Sumber zat besi berasal dari golingan hem dan non heme. Golongan hem adalah daging sapi, jeroan (hati, jantung dan ginjal), domba, ikan atau seafood, ayam, yang bisa langsung diserap tubuh sekitar 23% dari bahan makanan dari dikonsumsi. Sedangkan sumber zat besi dari golongan non hem adalah sayur-sayuran berdaun hijau gelap seperti bayam, dan sawi, buah-buahan kering seperti kismis dan apricot, biji-bijian, sereal dan kacang-kacangan atau kacang polong kering. Namun yang diserap oleh tubuh hanya 3-8% dari makanan yang dikonsumsi.

Jika melihat angka yang diserap oleh tubuh dari total makanan yang dikonsumsi, maka Dr. Tinuk memberitahukan bahwa tidak bisa dan tidak dianjurkan untuk mendapatkan zat besi dari sayuran saja. Tetapi juga harus mengkonsumsi zat besi dari golongan hem. Hal in perlu diketahui agar dalam memilih bahan makanan diberikan secara lengkap dan seimbang.

Meskipun ada banyak zat besi yang bisa diperoleh baik dari golongan hem dan non heme, namun jangan lupa untuk mengetahui bahan makanan yang membantu penyerapan zat besi yaitu :

1. Golongan vitamin C (sangat membantu penyerapan zat besi non heme, contoh brokoli, tomat, jus tomat, jeruk, stroberi).

2. Golongan organik lainnya yaitu asam laktat, tartart, malat, dan asam sitrat juga membantu meningkatkan penyerapan zat besi

3. Golongan daging, ikan dan unggas : banyak mengandung zat besi heme yang sangat mudah diserap dan dapat membantu penyerapan zat besi non heme dari sumber lain.

Sedangkan makanan yang harus diwaspadai karena bisa menghambat penyerapan zat besi adalah :

1. Golongan polifenol : beberapa sayuran, buah, teh, kopi dan bumbu-bumbu seperti bawang merah, cabai, paprika dan kunyit.

2. Golongan asam fitrat : gandum utuh, nasi, kacang-kacangan dan produknya

Sedikit saja asam fitat (5-10 mg) dapat menurunkan penyerapan besi non-heme sampai 50%. Biasanya kandungan fitat ditemukan pada serat makanan seperti kacang-kacangan yang telah dimasak. Kandungan fitat yang paling tinggi terdapat pada kacang-kacangan seperti kacang merah, kacang tunggak dan kacang hijau.

3. Golongan asam oksalat : sangat mudah berikatan dengan zat besi membentuk kompleks yang sulit diserap oleh tubuh (kebalikan dari vitamin C), misalnya bayam, ubi manis, bit, wortel, kacang tanah, teh hitam, kopi, dan cokelat.

Selain anemia defisiensi besi, anak-anak juga bisa mengaami defisiensi asam folat yang bisa menyebabkan sariawan, gangguan pertumbuhan dan gangguan penutupan sel saraf dimana bisa menjadi salah satu faktor terjadinya celah langit-langit dan celah bibir pada anak-anak. Untuk itu selain membutuhkan zat besi, untuk mencegah terjadinya anemia karena defisiensi asam folat, maka anak-anak juga membutuhkan asupan yang mengandung asam folat.

Kebutuhan asam folat memiliki satuan mikro gram per hari. Namun karena kecilnya kebutuhan akan asam folat, maka tidak ada ketentuan berapa angka kebutuhan asam folat untuk anak-anak, kecuali bagi anak yang mengalami gizi buruk maka kebutuhan akan asam folatnya mencapai satu mikrogram per hari.

Makanan yang mengandung asam folat adalah asparagus, kuning telur, bayam, golongan kacang-kacangan yaitu kacang merah dan legum. Lalu buah-buahan tertentu seperti jeruk, melon, pisang, anggur dan strawberry. Sedangkan yang menghambat penyerapan asam folat adalah vitamin B12 dan obat-obatan khusus seperti obat anti kanker.

Posted in Jenis-Jenis Anemia, Penyakit Anemia | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Anemia Pada Anak

anak-anemiaMenurut dokter spesialis anak bagian nutrisi dan penyakit metabolik anak dari RS. Harapan Kita, Dr. Tinuk Agung Meilany Sp.A(K) ada banyak faktor risiko yang menyebabkan terjadinya anemia pada anak, yaitu karena adanya masalah yang timbul mulai pada masa kehamilan, bayi lahir prematur, pemberian ASI dan bukan ASI yang tiak tepat, adanya perubahan pola makan dan kebutuhan jenis makanan, faktor ekonomi dan bisa juga karena menderita sakit tertentu.

Masalah yang timbul pada masa kehamilan biasanya terjadi karena nutrisi ibu yang kurang baik dan mengalami anemia. Bayi yang lahir prematur pun berisiko untuk terjadinya anemia lebih tinggi. Hal ini dikarenakan kondisi tubuhnya yang lebih kecil dan bayi tersebut membutuhkan banyak asupan nutrisi. Begitu pula bayi yang lahir kembar, memiliki risiko anemia yang lebih tinggi karena cadangan zat besi yang ada pada ibunya harus dibagi dengan kembarannya.

Risiko anemia yang terkait dengan asupan makanan adalah mengonsumsi susu sapi sebelum usia satu tahun, mengonsumsi susu sapi lebih dari 750 ml/hari, mengonsumsi formula yang kandungan zat besinya rendah dan tidak mendapat suplementasi zat besi yang cukup setelah 6 bulan.

Pemberian ASI dan bukan ASI seperti susu formula dan produk lainnya jika tidak diberikan dengan tepat dan jumlah yang cukup juga bisa membuat bayi mengalami anemia. Untuk itu pada bayi yang mendapat ASI eksklusif dan berusia 4 bulan keatas maka bayi sudah mulai mendapatkan zat gizi tambahan serupa suplemen zat besi. Pada bayi yang sudah berusia 6 bulan ke atas mulai memerlukan tambahan makanan bayi yaitu makanan pendamping ASI untuk menghindari kecukupan gizinya dan mencegah terjadinya anemia. Namun sayangnya, jika perekonomian orangtua tidak mencukupi maka akan menimbulkan masalah dalam pemberian asupan makanan terutama yang mengandung zat besi. Selain itu pada bayi dan balita yang memiliki sakit tertentu terutama sakit kronis juga bisa menyebabkan terjadinya anemia, misalnya sakit infeksi Tuberkulosis, peradangan pada saluran kemih, cacingan dan infeksi kronis lainnya.

Tanda dan gejala awal anak yang baru mengalami anemia biasanya tidak terlihat dan tidak disadari. Namun jika sudah mengalami anemia maka wajah akan terlihat pucat dan tubuhnya mengalami anemia yang berat.

Secara klinis, anak yang mengalami anemia akan mengalami lemas, letih, lesu, tidak nafsu makan dan malas minum. Sedangkan berdasarkan kadar hemoglobin, anak yang mengalami anemia maka kadar hemoglobinnya sudah di bawah 10g/dl.

 

Posted in Jenis-Jenis Anemia, Penyakit Anemia | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Cara Mengatasi Penyakit Anemia Pada Ibu Hamil

cara-mengatasi-anemia-pada-ibu-hamilAnemia yang terjadi pada ibu hamil merupakan hal yang wajar terjadi. Namun, jika tidak ditangani anemia bisa berdampak bagi kehamilan.

Ini berhubungan dengan meningkatkanya risiko terjadinya perdarahan pasca persalinan dan gangguan terhadap keadaan umum wanita hamil tersebut, misalnya kelainan kardiovaskuler karena kompensasi terhadap anemia.

Anemia juga bisa berdampak pada janin. Ini berhubugan dengan perkembangan pertumbuhan janin, dimana bayi akan lahir dalam kondisi tidak baik, misalnya berat badan bayi lahir rendah, prematuritas aborsi, kematian janin atau hidrops. Oleh sebab itu, para ahli kesehatan dan dokter spesialis kandungan menuturkan pada wanita untuk segera memeriksakan diri ke dokter setelah diketahui adanya kehamilan. “Perlu diingat bahwa tujuan dari pemeriksaan kehamilan adalah untuk mendeteksi adanya faktor risiko yang dapat mengganggu proses kehamilan dan persalinan.

Mencegah anemia pada ibu hamil bisa dilakukan dengan mencukupi kebutuhan nutrisi yang seimbang. Meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung zat besi (misalnya : sayuran hijau, daging merah, sereal, telur dan kacang-kacangan) juga bisa dilakukan untuk menjamin kebutuhan suplai zat besi.

Pada prinsipnya, nutrisi seimbang sesuai dengan piramida makanan adalah yang terbaik untuk mencegah terjadinya anemia saat kehamilan atau dalam mempersiapkan diri untuk kehamilan. Selain itu mengkonsumsi suplemen selama kehamilan juga sangat membantu untuk mengatasi anemia defisiensi asam folat. “Asupan suplemen besi sebesar 30 mg sebagai profilaksis terhadap anemia. Bila sudah terjadi tanda-tanda anemia, maka dosis ini sebaiknya dinaikkan menjadi 60-120 mg per hari.

Namun, jika asupan suplemen tidak membantu perbaikan atau paisen tidak bisa mentoleransi suplemen (atau ditemukan anemia kronis), maka pemberian zat besi intravena atau transfusi ditegaskan Dr. Kartiwa adalah pilihan. Hanya saja, transfusi dikatakannya bisa memberikan efek samping, baik langsung (misalnya demam, reaksi alergi, rekasi hemolitik, infeksi, penumpukan zat besi).

Tranfusi diberikan apabila anemia sudah mengganggu perkembangan janin di mana keadaan ini tidak bisa lagi ditatalaksanakan dengan menjaga keseimbangan asupan nutrisi atau pemberian suplemen.

Berikut ini ada beberapa tips untuk mengatasi dan mencegah anemia pada ibu hamil :

1. Ketika mengetahui hamil, segera periksa kondisi kesehatan anda dan apabil ada faktor genetik anemia pada ibu hamil. Ibu hamil harus mengenali gejala dan jenis anemia yang dialami ibu hamil. Gejala yang umumnya biasa terjadi pada ibu hamil seperti cepat merasa lelah, tubuh sering kehilang ion hingga merasa lesu dan kurang bergairah dalam melakukan aktivitas sehari-hari, mudah mengantuk, mata berkunag-kunang, kepala pusing dan mual.

2. Lakukan pemeriksaan darah dan menghitung kadar hemoglobin pada dokter kandungan. Untuk mengetahui apabila ada sel darah merah yang rendah. Jika di dapat hemoglobin rendah dan kadar tekanan darah normal menurun bisa ditandai anda mengalami anemia.

3. Konsumsi makan-makanan yang mengandung gizi dan nutrisi yang seimbang yang tidak hanya baik kondisi ibu hamil itu sendiri, namun dapat melindungi janin atau bayi kecacatan fisik atau lahir prematur.

4. Konsumsi makan dan buah yang mampu meningkatkan penyerapan zat besi dengan banyak konsumsi vitamin C seimbang yang mudah didapat dari buah jeruk, strawberry, brokoli, pepaya dan buah sumber vitamin C lainnya.

5. Kurangi konsumsi teh atau minuman yang mengandung kafein. Beberapa pendapat, mengatakan bila wanita hamil seharusnya mampu membatasi atau disiplin dalam konsumsi kafein yang terdapat dalam teh maupun kopi. Namun sedikit sekali wanita yang menyukai kopi. Selama masa kehamilan berlangsung umumnya dokter akan memberikan suplemen penambah darah agar penyerapan zat besi tidak terganggu. Namun, pentingnya memberi jarak konsumsi dengan makanan yang di asup.

Posted in Jenis-Jenis Anemia, Penyakit Anemia | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Anemia Pada Ibu Hamil

anemia-pada-ibu-hamilSatu lagi golongan yang rentan anemia yaitu ibu hamil. Jika diabaikan anemia bisa mengganggu kehamilan dan janinnya, seperti diuraikan oleh Dr. Kartiwa hadi Nuryanto, Sp.OG dari Departemen Obstetri Ginekologi FKUI-RSCM, ibu hamil memang mudah sekali mengalami anemia. Meski sebagian besar anemia pada ibu hamil bukanlah suatu kelainan, namun apabila ibu hamil mengalami anemia maka harus dilakukan penanganan yang tepat. Sebab jika diabaikan akan mengganggu kehamilan dan janinnnya.

Anemia pada ibu hamil biasa terjadi. Itu karena pada ibu hamil terjadi peningkatan jumlah eritrosit dan plasma. Peningkatan ini, dikatakan dr. Kartiwa penting untuk mendukung proses perfusi uteropalsenta, serta meningkatkan margin keamanan sehubungan dengan jumlah perdarahan selama proses persalinan.

Peningkatan plasma sebanyak 3 kali peningkatan jumlah eritrosit. Keadaan ini menyebabkan penurunan perbandingan haemoglobin-hematokrit sehingga menyebabkan terjadinya anemia fisiologis dalam kehamilan. Anemia fisiologis disini adalah keadaan yang normal.

Berdasarakan definisi dari WHO,  diuraikan Dr. Kartiwa, ibu hamil dikatakan anemia jika kadar Hb kurang dari 11 gr/dl pada trisemester pertama dan ketiga. Kadar Hb kurang dari 10,5 gr/dl pada trisemester kedua atau hematokrit kurang dari 32%, dikatakannya juga masuk dalam kategori ibu hamil anemia.

Tidak perlu khawatir, ditegaskan Dr. Kartiwa, anemia pada ibu hamil wajar terjadi. Baru dikatakan tidak wajar, jika anemia pada ibu hamil disebabkan oleh produksi haemoglobin yang tidak adekuat dimana umumnya disebabkan oleh defisiensi nutrisi (misalnya anemia defisiensi besi) atau produksi rantai hemoglobin yang tidak adekuat (thalasemia).

Berdasarkan data, dikatakan Dr. Kartiwa anemia ditemukan pada 56% wanita hamil, anmeia pada trisemester pertama ditemukan pada 4% dari wanita kulit putih dan 13% pada wanita kulit hitam, sedangkan anemia pada trisemester ketiga meningkat menjadi 19% pada wanita kulit putih dan 38% pada wanita kulit hitm. “ Lebih dari 50% tergantung letak geografis dan status sosioekonomi.”

Gejala dan penyebab anemia pada ibu hamil

Diuraikan Dr. Kartiwa, secara umum banyak penyebab dari anemia pada ibu hamil. Antara lain : produksi rantai hemoglobin yang tidak adekuat  karena penyakit tertentu, seperti thalasemia atau produksi hemoglobin yang tidak adekuat karena defisiensi nutrisi, misalnya: anemia defisiensi besi, asam folat, atau vitamin B12. Berikutnya, penghancuran eritrosit yang belebihan/anemia hemolitik (misalnya sickle cell  anemia, sickle cell trait/disease), dikatakannya juga bisa menyebabkan anemia.

Selain itu, penyebab lain dari anemia pada ibu hamil, seperti  : perdarahan, spherocytosis herediter, infeksi parasit, keganasan (misalkan leukemia, limfoma), kegagalan sumsum tuang (anemia aplastik), defisiensi glucose 6-phosphate dehydrogenase (G6PD) adalah sebab-sebab yang juga turut andil menjadi sebab anemia.

Karena penyebab anemia pada ibu hamil yang berbeda-beda, anemia juga memiliki tipe yang bebeda-beda yaitu anemia defisiensi besi, anemia megaloblastik,  anemia hipoplastik dan anemia hemolitik. Untuk membedakan anemia yang terjadi pada ibu hamil  diperlukan pemeriksaan labratorium, seperti pemeriksaan jumlah eritrosit, jumlah retikulosit, elektroforesa Hb, apus darah tepi, kadar besi serum dan pemeriksaan lainnya sesuai dengan kecurigaan berdasarkan anamnesis.

Namun, meskiun penyebab anemia yang terjadi pada setiap ibu hamil itu berbeda-beda, gejala anemia secara umum sama yaitu : pucat, mudah lelah, anoreksia (tidak nafsu makan), lemas, pandangan sering berkunang-kunang, sesak nafas dan edema /bengkak pada kasus berat.

Posted in Jenis-Jenis Anemia, Penyakit Anemia | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Anemia Hemolitik

eq1nWWqAodGlucose-6-phospate dehydrogenase (G6PDH) adalah enzim dalam  eritrosit yang berfungsi mengubah glucose -6 phospate menjadi 6-phospo gluconate pada proses oksidasi-reduksi Nikotinamide Adenin Dinucleotide (NAD) menjadi  Nikotinamide Adenin Dinucleotide Phospate Hydrogenase (NADPH). Koenzim NADPH yang termasuk dipakai untuk merubah glutation oksidase (GSSG) menjadi glutation tereduksi (GSH) oleh bantuan enzim glutation reduktase (GSSGR). Pada defisiensi G6PDH, eritrosit mudah mengalami oksidase stress yang mengakibatkan terjadi presipitase rantai globin yang disebut Heinz Bodies. Kerusakan membrane eritrosit ini mengakibatkan terjadinya kerusakan eritrosit yang dikenal dengan anemia hemolitik.

Penyakit anemia hemolitik terjadi karena defisiensi G6PDH yang disebabkan oleh mutasi pada gen di kromosom X. Penyakit anemia hemolitik ini terutama di dapatkan pada pria mempunyai  satu  kromosom X dan satu kromosom Y, s edangkan pada wanita terhadap dua kromosom X. Pada wanita kelainan ini diturunkan bila kedua kromosom X mengalami mutasi. Wanita dengan 1 kromosom yang mutan tidak menimbulkan anemia hemolitik,hanya sebagai pembawa sifat.  Pasien dengan G6PDH defisiensi dapat mengoksidasi GSH menjadi GSSG yang menyebabkan terjadinya oksidasi dari d=ranta globin yang menimbulkan Heinz bodies. Oksidasi ini terjadi bila pasien dengan G6PDH defisiensi menggunakan obat atau zat kimia yang bersifat oksidator .

Anemia hemolitik dapat terjadi dari berbagai penyebab, seperti defek genetic  di sel darah merah yang mempercepat   dekstruksi sel atau perkembangan idiopatik otoimun yang mendestruksi sel. Luka bakar berat, infeksi, pajanan darah yang tidak kompatibel, atau pajanan obat atau toksin tertentu juga dapat menyebabkan anemia hemolitik. Bergantung pada penyebabnya, anemia hemolitik dapat terjadi hanya sekali atau berulang. Beberapa penyebab khusus anemia hemolitik yang akan dijelaskan lebih terinci antara lain adalah anemia sel sabit, malaria, penyakit hemolitik pada bayi baru lahir, dan reaksi transfuse.

Uji-uji laboratorium awal harus mencakup pembuktian adanya serta derajat anemia hemolitik . Walaupun uji penyaring hemoglobin dilakukan sebelum konsultasi genetic, evaluasi laboratorium pada hemoglobinopati harus ditunjang oleh kecurigaan kuat adanya anemia hemolitik. Secara umum, pemeriksaan sumsum tulang tidak diperlukan. Elektroforesis hemoglobin pada selulosa asetat, atau elektroforesis gel kanji pada pH basa 8,6 merupakan uji laboratorium yang paling mudah untuk  membuktikan adanya hemoglobin abnormal. Hemoglobin yang dipisahkan dengan metode ini dapat dikuantifikasi dengan elusi (pemisahan dengan peencucian) dan analisispektrofotografik atau penapisan densitometry. Sebagian besar hemoglobin yang penting dapat dipisahkan  dengan metode ini. Sayangnya, metode ini tidak membedakan antara hemoglobin A dan F, sehingga hemoglobin  F harus diukur dengan metode lain. Hemoglobin F bersifat asam dan tahan basa, sedangkan hemoglobin A mengalami denaturasu, terutama pada pH rendah dan hal ini dijadikan prinsip pada pemeriksaan hemoglobin tahan asam untuk hemoglobin F.

Posted in Penyakit Anemia | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment