Penyakit Anemia

Anemia adalah berkurangnya jumlah sel darah merah atau kandungan hemoglobin didalam darah. Hemoglobin (Hb) adalah suatu senyawa protein pembawa oksigen didalam sel darah merah. Sel darah merah di produksi di sumsum tulang. Sebagai bahan baku diperlukan zat gizi dari makanan, termasuk berbagai vitamin (B2,B12) dan mineral (zat besi).

Berikut adalah gejala yang dialami oleh penderita anemia :

  • Mudah letih bila melakukan aktifitas fisik/ mental
  • Nafas pendek
  • Pusing
  • Tidak nafsu
  • Pucat

Apabila anda mnegalami gejala diatas, sebaiknya anda waspada dan perlu mengetahui hal-hal yang merupakan penyebab anemia, seperti pendarahan (luka, haid berlebihan, dan cacing tambang), keruskan sel darah merah yang berlebihan (disebabkan reaksi transfusi yang tidak cocok), serta produksi sel darah merah berkurang atau kurang gizi (zat besi, vit B2), gagal gunjal, kanker, dan penyakit kronis lainnya.

 

Posted in Penyakit Anemia | Tagged , , , , , , | Comments Off on Penyakit Anemia

Anemia atau Kurang Darah

Menurut bahasa Yunani, anemia adalah tanpa darah. Anemia merupakan suatu kondisi saat jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin (protein pembawa oksigen) dalam sel darah merah berada di bawah normal. Sel darah merah atau hemoglobin yang bertugas sebagai media yang membawa oksigen dari paru-paru dan menghantarkan ke seluruh bagian jaringan tubuh.

Gambar skema tubuh penderita anemia dan sel darah merah

Anemia atau yang lebih dikenal di masyarakaat sebagai berkurangnya jumlah sel darah merah atau jumlah sel hemoglobin dalam sel darah merah yang mengakibatkan darah tidak mampu membawa oksigen dalam jumlah yang cukup sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Anemia yang merupakan suatu kondisi dimana kadar hemoglobin atau berkurangnya jumlah eritrosit dalam 1 mm3 (satu milimeter kubik) darah atau kurangnya volume sel darah merahyang memadati dalam 100 ml darah (darah kurang dari ukuran normal).

Seseorang yang terkena anemia mudah mengalami penurunan kondisi secara fisik seperti cepat lelah, kurang bergairah, konsentrasi menjadi lemah, menurunnya selera makan, sering mengalami pusing dikepala, sesak nafas, mudah kesemutan, detak jantung yang berdebar-debar atau jantung dengan cepat memompa darah, dan gejala lainnya yang mudah sekali terlihat secara fisik oleh mata. Terkadang beberapa diantaranya mereka yang memiliki anemia mengalami kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Anemia memiliki kaitan erat dengan tekanan darah rendah, mengapa hal ini dapat terjadi mereka yang memiliki tekanan darah rendah cenderung sering mengalami anemia, karena tekanan darah yang rendah sekitar 90/80 mmHg membuat seseorang sering mengalami gejala anemia. Tubuh seseorang yang mengalami anemia, disebabkan karena produksi sel darah merah dengan jumlah yang minimal atau produksi sel darah merah yang rendah.

Sel darah merah memiliki fungsi yang sangat penting di dalam tubuh yakni sebagai media atau alat pengantar zat gizi terutama oksigen. Oksigen sangat dibutuhkan tubuh untuk proses fisiologis dan biokimia pada seluruh jaringan tubuh. pasokan oksigen dan sel darah merah yang kurang akan membuat seseorang mengalami anemia dan timbul gangguan fisiologis pada tubuh.

Timbulnya anemia juga dapat disebabkan oleh asuhan pola makan yang salah, tidak teratur dan tidak menyeimbangkan kecukupan sumber gizi yang dibutuhkan tubuh, terutama kurangnya sumber makanan yang mengandung zat besi. Zat besi mudah diperoleh dari macam-macam sayuran hijau, buah dan dari nasi sekitar 1 % yang mudah diserap oleh tubuh dan dari ikan sebanyak 11 %. Zat besi merupakan senyawa penting sebagai penyusun hemoglobin (sel darah merah), tubuh membutuhkan zat besi sekitar 1 – 3,2 mg per hari.

Posted in Penyakit Anemia | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Anemia Aplastik

Penyakit Anemia Aplastik – bagi orang yang memiliki riwayat penyakit seperti ini, harus di tindak lanjuti dan tidak boleh di biarkan begitu saja, agar tidak semakin berisiko dan fatal. penyakit anemia aplastik ini wajib disembuhkan dengan waktu yang cepat. banyak cara yang bisa membuat penyakit ini sembuh. dan salah satunya dengan menggunakan daun bayam. Cara mengolah daun bayam ini, paling mudah dan tidak perlu repot repot ketika membuatnya. penyakit anemia aplastik adalah penyakit yang terjadi pada sel darah merah dan sel darah putih yang pada bagian sumsum tulang belakang juga ikutan bermasalah. Penyakit anemia ini, hanya separuh saja yang bisa mengalaminya dan sebagian lagi tidak.

DKT-Obat-Herbal-Anemia-Aplastik

Penyakit ini memiliki resiko yang tinggi jika mempunyai riwayat penyakit ini. dalam proses pencegahan yang dapat kalian lakukan adalah dengan selalu menjaga kesehatan dari mulai kegiatan atau pola hidup yang baik. Di sayur atau direbus yang di jadikan sebagai lalapan, itu sudah lebih dari cukup. cara ini cukup simple dan mudah untuk di lakukan oleh siapa saja. Tanpa menimbulkan efek samping sama sekali. Mendapatkan jenis sayuran ini, juga sangat mudah yang tidak mengeluarkan biaya yang banyak. pada umumnya penyebab anemia aplastik ini sama saja dengan anemia biasa. Kehamilan, kemoterapi, mengkonsumsi obat obatan yang terlalu sering dan infeksi virus.

Penyakit Anemia Aplastik

Penyakit anemia aplastik memiliki tanda tandanya. dan berikut akan kami jabarkan mengenai gejala yang di alaminya pada penderita anemia aplastik.

  • Mudah lelah

Rasa cape yang mudah terjadi itu penyebabnya bisa karena ulah dari Anda sendiri. dan rasa lelah dapat di atasi dengan beristirahat ayang cukup. istirahat di lakukan selama tujuh jam dalam perharinya. Dan tidak boleh kurang atau lebih, jika kurang akan memicu terjadinya penyakit lain datang. siapa pun bisa mengatasinya dengan mudah dan tak ada kesulitan dalam menjalankannya. Tanda tanda penyakit anemia aplastik adalah rasa lelah yang sering di alami. bahkan untuk proses penyembuhannya sangat lama untuk di lakukan. Anemia aplastik merupakan penyakit yang bisa memunculkan kondisi tubuh memburuk apabila tidak di atasi dengan segera.

  • Jantung berdetak lebih cepat

Pada manusia yang tidak memiliki penyakit apapun, pasti pada perdetakan jantungnya akan mengalami kenormalan dalam berdetaknya yang beraturan, kecuali sehabis melakukan kegiatan yang membuat kalian terasa capat mengalami ngos ngosan. Kejadian ini sering terjadi tanpa adanya penyebab. Ciri ciri penyakit anemia aplastik adalah jantung berdetak lebih cepat. maka dari itu, bagi kalian yang sedang mengalami penyakit ini, harus segera di berikan pengatasian, karena ciri ini termasuk golongan yang berat yang mengena pada organ jantung.

Gusi yang berdarah itu biasanya di sebabkan oleh sikat gigi yang terlalu kencang dan kontur mulut yang tidak sesuai sikat gigi. banyak masalah ini yang sering terjadi pada diri Anda. dan oleh sebab itu kita harus selalu menjaga kesehatan mulut dan memperhatikannya, agar tidak mudah mengalami pendarahan pada bagian gusi. Penyakit anemia aplastik juga memiliki ciri ciri seperti gusi berdarah.

  • Pendarahan

Pendarahan akibat dari kecelakaan, penyakit yang sedang di alami dalam menjalankan operasi dan melahirkan serta menstruasi itu bisa di sebut dengan pendarahan. Semua inilah yang bisa mendatangkan penyakit anemia aplastik hadir pada diri kalian. Jadi, jagalah tubuh atau badan Anda dengan baik, agar tidak mengalami anemia yang berjenis aplastik.

Tanda tanda penyakit anemia aplastik pun akan mengalami hal seperti ini, yaitu mimisan. Karena darah yang di keluarkan akan membuat anemia kambuh. Mimisan atau hidung berdarah adalah penyakit yang terjadi pada bagian daerah hidung dan penyebabnya karena kecapean akibat aktivitas yang sering di lakukan. Mimisan ini biasa terjadi oleh siapa saja. Adapun cara menyembuhkan penyakit mimisan ini dapat di lakukan dengan berbagai macam cara. Ada yang menggunakan bahan bahan herbal atau juga bisa dengan melakukan tindakan seperti tidur dengan bantal yang rendah atau dangak untuk mengurangi darah yang keluar.

  • perubahan warna kulit

Memang gejala ini merupakan gejala yang sering terjadi dan terbilang ringan. Tetapi walaupun memiliki sifat ini, kita tidak boleh menyepelehkannya. perubahan warna kulit seperti kulit pucat yang dalam peredaran darahnya tidak lancar. bukan hanya kulit saja yang mengalami kepucatan tapi pada bibir serta kuku pun juga ikut berubah menjadi biru. Hal inilah yang bisa di alami pada gejala penyakit anemia aplastik. Dan oleh sebab itu, lebih berhati hati lagi dalam kondisi seperti ini, yang bisa menyebabkan penyakit ini datang.

Ada beberapa penyakit yang bisa  mengakibatkan pernafasan menjadi sesak. Seperti paru paru, jantung, bronkitis dan asma. Jadi berwaspadalah diri, bila kalian mengalami ini semua. Ada satu alat yang bisa mengatasi masalah ini semua. Dan alat tersebut bisa di temukan di apotek terdekat. yang harus kalian bawa kemana mana, jika terjadi. karena sesak  nafas akan muncul pada tempat dan waktu yang tidak di tentukan. Gejala penyakit anemia aplastik terjadi persesakan nafas. Nafas yang sesak akan terasa sulit jika kita mengambil nafas atau menghirupnya. Dan sesak nafas ini bisa membuat tubuh kita kehilangan keseimbangan yang artinya pingsan.

Penyakit Anemia Aplastik

Posted in Penyakit Anemia | Tagged , , , , | Leave a comment

Obat Tradisional Penyakit Anemia

Obat Tradisional Penyakit Anemia Penyakit anemia adalah salah satu penyakit yang banyak diremehkan oleh penderitaya. Penyebab dari penyakit anemia banyak sekali. Namun jika tidak mendapatkan penanganan dengan segera, maka bisa beresiko fatal bagi kondisi tubuh kita. Penyakit anemia menimbulkan suatu efek yang berdampak buruk bagi kondisi tubuh kita. Oleh sebab itulah, sebaiknya lakukanlah pola hidup yang baik supaya mengurangi resiko penyakit anemia.

Obat Tradisional Penyakit Anemia

Penyakit anemia yang sering disebut dengan kurang darah, yakni dimana jumlah dari Hb atau hemoglobin atau sel darah merah menurun dibawah normal. Hb sendiri peranannya sangat penting bagi tubuh kita. Karena fungsinya yang mengangkut oksigen ke dalam paru-paru untuk di edarkan ke seluruh tubuh. dan jika seseorang mengalami anemia, maka akan menghambat sistem tranportasi dari sel darah merah untuk di edarkan ke seluruh tubuh sehingga menyebabkan penderitanya mengalami kekurangan oksigen dalam memproduksi energi.

Obat Tradisional Penyakit Anemia

Obat Tradisional Penyakit Anemia

Gejala anemia yang sering terjadi adalah :

  1. Kelopak mata menjadi pucat
    Salah satu cara yang dilakukan untuk mendeteksi seseorang mengalami anemia adalah dengan melihat bagian kelopak matanya jika pucat, maka bisa saja mereka mengalami anemia.
  2. Sering mengalami kelelahan
    Biasanya penderita penyakit anemia lebih sering merasa cepat lelah walaupun bentuk aktivitas yang dilakukan ringan. dan jika Anda sering lelah dalam waktu yang lama sekitar 1-2 bulan, maka ada resiko Anda mengalami penyakit anemia. Karena pasokan dari energi yang ada didalam tubuh tergantung dari oksidasi serta jumlah sel darah merah. Jika jumlah sel darah merah semakin menurun maka tingkat oksidasi yang ada didalam tubuh juga lama kelamaan akan semakin berkurang.
  3. Mual
    Mereka yang mengalami anemia biasanya akan sering mengalami mual di pagi hari atau yang lebih dikenal dengan morning sickness.
  4. Sakit kepala
    salah satu gejala anemia yang satu ini adalah gejala yang tersering. Penyebabnya adalah akibat kurangnya sel darah merah sehingga otak akan mengalami kekurangan oksigen. Dan hal ini bisa menimbulkan sakit kepala yang luar biasa.
  5. Wajah menjadi pucat
    Warna kulit yang pucat dan putih agak kekuningan adalah gejala umum anemia.
  6. Rambut rontok
    rambut rontok bisa saja gejala dari anemia. Karena disat kulit kepala kurang mendapatkan asupan makanan yang cukup dari dalam tubuh kita. Maka rambut menjadi tidak sehat serta akan beresiko mengalami kerontokan.
  7. Sistem daya tahan tubuh menurun
    jika seseorang mempunyai energi yang sedikit, maka sistem daya tahan tubuhnya untuk bisa melawan penyakit semakin menurun. Dan begitu juga Anda akan lebih mudah mengalami kelelahan dan bisa mudah sakit.

Untuk membantu mengatasi hal ini, maka Anda bisa mencoba membuat Obat Tradisional Penyakit Anemia. Obat Tradisional Penyakit Anemia adalah :

  1. Bayam duri
    bayam duri merupakan salah satu jenis sayuran dengan kandungan zat besi tinggi didalamnya, garam fosfat, vitamin A, C, dan K. Dan kandungan lain yang ada didalamnya adalah amarantin, kalium nitrat, serta piridoksin. Cara membuat Obat Tradisional Penyakit Anemia dari bayam duri adalah ambillah setengah genggam daun bayam duri. Kemudian dicuci sampai bersih dan digiling halus. Setelah itu ditambahkan dengan setengah cangkir air matang. Dan peras, kemudian saring hanya untuk diambil airnya. Kemudian ditambahkan dengan 1 kuning telur ayam serta 1 sendok makan madu murni. Dan aduklah sampai merata. Ramuan ini untuk diminum sekali, dan lakukanlah 2 kali sehari.
  2. Tapak liman
    Obat Tradisional Penyakit Anemia yang kedua adalah tapak liman. Kandungan saponin, flavonoid, dan polifenol didalamnya. Menurut salah satu penelitian yang menyebutkan mengenai kandungan dari zat besi yang ada didalam akar serta daun tapak liiman, kandungan zat besi yang terdapat didalamnya sebesar 45,4% dan di dalam daunnya adalah sekitar 30,2%. Cara membuat Obat Tradisional Penyakit Anemia dari tapak liman adalah ambillah 3 batang tapak liman, setelah itu direbus dengan menggunakan 3 gelas air minum hingga yang tersisa adalah tinggal ¾ nya saja. Dan jika sudah dingin saringlah, kemudian ditambahkan dengan madu murni secukupnya saja. Ramuan ini bisa diminum untuk sekali minum. Dan dosis minumnya adalah 2 kali sehari.
  3. Lempuyang wangi
    Obat Tradisional Penyakit Anemia yang selanjutnya adalah lempuyang wangi. Tumbuhan yang satu ini adalah jenis tumbuhan liar yang banyak hidup di hutan jati. Dan menurut penelitian yang dilakukan pada kelinci menunjukkan adanya suatu peningkatan dari kadar Hb serta jumlah eritrosit setelah kelinci tersebut diberikan infus rimpang lempuyang wangi selama kurun waktu 16 hari. Dan ambillah ½ jari rimpang lempuyang wangi. Kemudian jika sudah dicuci sampai bersih dan dipotong seperlunya saja, rebuslah dengan 4 ½ gelas air minum sampai yang tersisa hanya tinggal setengahnya saja. Jika sudah dingin disariing, dan tambahkan madu murni secukupnya saja. Ramuan Obat Tradisional Penyakit Anemia ini dapat diminum 2 kali sehari.

Untuk Anda yang mengalami anemia, maka Anda bisa mencoba sendiri membuat ramuan ini dirumah. Itulah informasi mengenai Obat Tradisional Penyakit Anemia. Semoga bermanfaat.

Obat Tradisional Penyakit Anemia

Posted in Penyakit Anemia | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Anemia dan Cara Mengatasinya

Penyakit Anemia dan Cara MengatasinyaPenyakit Anemia adalah salah satu kondisi yang ditandai dengan jumlah sel darah merah atau hemoglobin yang ada didalam sel darah berada pada agka normal. Dan bisa dikatakan bahwa penyakit anemia adalah salah satu penyakit yang kasusnya banyak ditemukan. Dan lebih banyak ditemukan oleh wanita. Penyebab anemia bisa disebabkan karena pendarahan yang terjadi dengan berlebihan, akibat sel darah merah yang mengalami kerusakan dengan berlebihan atau juga akibat dari kurangnya pembentukan dari sel darah merah.

Penyakit Anemia dan Cara Mengatasinya

Penyakit Anemia dan Cara Mengatasinya

Penyakit anemia bisa terjadi disaat tubuh tidak bisa menghasilkan sel darah merah dengan jumlah yang cukup yang diproduksi oleh sumsum tulang. Dan biasanya proses ini membutuhkan asupan zat besi, asam folat, serta vitamin B12. Dan sel darah merah juga bisa didapatkan dari eritropoiten atau EPO. EPO merupakan salah satu hormon yang dibuat didalam ginjal. Dan penyebab yang lain yang bisa memicu terjadinya penyakit anemia atau kurang darah adalah :

  1. Pendarahan saat sedang menstruasi
  2. Pecah pembuluh darah
  3. Mengalami kecelakaan
  4. Kekurangan akan asupan zat besi
  5. Kurang asupan vitamin C, vitamin B12
  6. Akibat terjadinya pembesar lompa
  7. Kerusakan sel darah merah secara mekanik
  8. Penyakit hemoglobin C dan Hemoglobin S-C
  9. Penyakit thalasemia
  10. Reaksi dari autoimun pada sel darah merah
  11. Kerusakan yang terjadi pada sumsum tulang atau juga pada ginjal
  12. Penghancuran dari sel darah merah.

Gejala Anemia

Beberapa gejala anemia yang sering terjadi adalah :

  1. Terlihat lesu, lemas, dan juga letih
  2. Selaput darah mata biasanya terlihat lebih pucat
  3. Telapak tangan yang terlihat memutih
  4. Bibir yang pucat dan tidak bersemu adanya warna kemerahan
  5. Wajah akan terlihat pusat pasi
  6. Kuku kaki dan juga tangan akan terlihat lebih pucat dan juga putih.
  7. Lebih cepat merasa kelelahan
  8. Sering merasa pusing atau sakit kepala
  9. Merasakan sesak nafas disaat sedang melakukan aktivitas
  10. Telinga berdengung
  11. Gangguan sakit haid atau penurunan libido
  12. Elastisitas pada kulit yang menurun
  13. Rambut menjadi tipis dan juga halus.

Penyakit Anemia dan Cara Mengatasinya

Penyakit anemia dan cara mengatasinya dilakukan dengan memberikan asupan yang cukup seperti zat besi didalam darah. makanan-makanan yang bisa membantu penyakit anemia dan cara mengatasinya adalah :

  1. Mengonsumsi kacang-kacangan
    Penyakit anemia dan cara mengatasinya dilakukan salah satunya adalah dengan mengonsumsi kacang-kacangan. Karena kacang-kacangan adalah salah satu jenis makanan yang sangat baik yang bisa membantu dalam meningkatkan sel darah merah yang ada didalam tubuh. dengan cara memperbanyak asupan kacang-kacangan, maka penyakit anemia bisa diatasi.
  2. Mengonsumsi daging dan seafood
    Penyakit anemia dan cara mengatasinya adalah dengan mengonsusmi daging. Yang paling utama adalah dagiing kambung dan juga seafood yang mempunyai kandungan yang banyak seperti vitamin B12, zat besi, dan juga makanan yang mengandung asam folat yang bisa berperan penting untuk membantu meningkatkan produksi dari sel darah merah. Untuk itu disaat Anda sedang mengalami penyakit anemia, maka sebaiknya konsumsilah asupan makanan seperti daging dan seafood yang harus dikonsumsu dengan teratur dan tidak berlebihan.
  3. Mengonsumsi sayuran hijau
    Penyakt anemia dan cara mengatasinya adalah dengan mengonsumsi sayuran. Sayuran yang mempunyai warna hijau yang sangat baik dalam membantu meningkatkan zat besi yang ada didalam tubuh. dan pada beberapa jenis sayuran yang mirip seperti kol, kangkung, atau juga kubis dan bayam yang dianggap bisa membantu dalam mengobati penyakit anemia.
  4. Mengonsumsi buah-buahan
    Cara mengatasi penyakit anemia dengan mengonsumsi buah-buahan. Buah-buahan mengandung nutrisi dan juga zat yang sangat baik untuk kesehatan tubuh. dan dari buah juga bisa membantu dalam mengatasi penyakit kurang darah ini misalnya adalah seperti buah semangka, buah anggur, dan buah apel dimana buah-buahan tersebut bisa membantu dalam meningkatkan produksi dari darah sehingga bisa mengatasi penyakit anemia.
  5. Bawang merah dan telur
    Cara mengobati anemia dengan menggunakan campuran dari bawang merah serta telur. Anda bisa mrebus bawang merah terlebih dahulu yang dicampurkan dengan sebutir kuning telur. Kemudian rebusan dari kedua bahan tadi dimakan.

Konsumsi beberapa jenis makanan dibawah ini :

  1. Kerang, tiram, dan juga remis
  2. Anda juga bisa mengonsumsi hati sapi dan daging sapi
  3. Makanan seafood dan ikan misalnya seperti kaviar, gurita, makarel, herrking, salmon, ikan tuna, ikan cod, dan sarden, trout bluefish, kepiting serta lobster
  4. Daging domba
  5. Keju
  6. Dan juga telur

Selain dengan mengonsumsi beberapa jenis makanan diatas, hal yang harus diperhatikan adalah dengan memelihara dan menjaga pola hidup sehat yang merupakan salah satu kunci dalam mencegah penyakit anemia. Dalam membiasakan diri untuk melakukan olahraga yang ringan yang dilakukan secara teratur yang membantu dalam melancarkan peredaran darah. dan selain itu juga tidak begadang dan mempunyai pola tidur yang sehat yang bisa membantu dalam mencegah terjadinya penyakit anemia atau penyakit kurang darah.

Itulah informasi mengenai penyakit anemia dan cara mengatasinya. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda semua. Terimakasih

Penyakit Anemia dan Cara Mengatasinya

Posted in Penyakit Anemia | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penanganan Penyakit Anemia Pada Anak

anemia-gizi-anakSalah satu contoh penelitian, jika anak yang mengarah pada defisiensi zat besi maka kepandaian atau kemampuan psikomotornya sudah terpengaruh yaitu mulai berkurang. Bahkan pada anemia ringan saja kemampuan psikomotornya sudah turun sekitar 15-20 point. Padahal dengan psikomotornya yang berkembang maka anak bisa bereksplorasi dan mendapatkan stimulasi dari apa yang dilihat dan didengar. Namun ketika psikomotornya berkurang maka akan mengalami kesulitan dalam menerima stimulasi.

Sumber zat besi berasal dari golingan hem dan non heme. Golongan hem adalah daging sapi, jeroan (hati, jantung dan ginjal), domba, ikan atau seafood, ayam, yang bisa langsung diserap tubuh sekitar 23% dari bahan makanan dari dikonsumsi. Sedangkan sumber zat besi dari golongan non hem adalah sayur-sayuran berdaun hijau gelap seperti bayam, dan sawi, buah-buahan kering seperti kismis dan apricot, biji-bijian, sereal dan kacang-kacangan atau kacang polong kering. Namun yang diserap oleh tubuh hanya 3-8% dari makanan yang dikonsumsi.

Jika melihat angka yang diserap oleh tubuh dari total makanan yang dikonsumsi, maka Dr. Tinuk memberitahukan bahwa tidak bisa dan tidak dianjurkan untuk mendapatkan zat besi dari sayuran saja. Tetapi juga harus mengkonsumsi zat besi dari golongan hem. Hal in perlu diketahui agar dalam memilih bahan makanan diberikan secara lengkap dan seimbang.

Meskipun ada banyak zat besi yang bisa diperoleh baik dari golongan hem dan non heme, namun jangan lupa untuk mengetahui bahan makanan yang membantu penyerapan zat besi yaitu :

1. Golongan vitamin C (sangat membantu penyerapan zat besi non heme, contoh brokoli, tomat, jus tomat, jeruk, stroberi).

2. Golongan organik lainnya yaitu asam laktat, tartart, malat, dan asam sitrat juga membantu meningkatkan penyerapan zat besi

3. Golongan daging, ikan dan unggas : banyak mengandung zat besi heme yang sangat mudah diserap dan dapat membantu penyerapan zat besi non heme dari sumber lain.

Sedangkan makanan yang harus diwaspadai karena bisa menghambat penyerapan zat besi adalah :

1. Golongan polifenol : beberapa sayuran, buah, teh, kopi dan bumbu-bumbu seperti bawang merah, cabai, paprika dan kunyit.

2. Golongan asam fitrat : gandum utuh, nasi, kacang-kacangan dan produknya

Sedikit saja asam fitat (5-10 mg) dapat menurunkan penyerapan besi non-heme sampai 50%. Biasanya kandungan fitat ditemukan pada serat makanan seperti kacang-kacangan yang telah dimasak. Kandungan fitat yang paling tinggi terdapat pada kacang-kacangan seperti kacang merah, kacang tunggak dan kacang hijau.

3. Golongan asam oksalat : sangat mudah berikatan dengan zat besi membentuk kompleks yang sulit diserap oleh tubuh (kebalikan dari vitamin C), misalnya bayam, ubi manis, bit, wortel, kacang tanah, teh hitam, kopi, dan cokelat.

Selain anemia defisiensi besi, anak-anak juga bisa mengaami defisiensi asam folat yang bisa menyebabkan sariawan, gangguan pertumbuhan dan gangguan penutupan sel saraf dimana bisa menjadi salah satu faktor terjadinya celah langit-langit dan celah bibir pada anak-anak. Untuk itu selain membutuhkan zat besi, untuk mencegah terjadinya anemia karena defisiensi asam folat, maka anak-anak juga membutuhkan asupan yang mengandung asam folat.

Kebutuhan asam folat memiliki satuan mikro gram per hari. Namun karena kecilnya kebutuhan akan asam folat, maka tidak ada ketentuan berapa angka kebutuhan asam folat untuk anak-anak, kecuali bagi anak yang mengalami gizi buruk maka kebutuhan akan asam folatnya mencapai satu mikrogram per hari.

Makanan yang mengandung asam folat adalah asparagus, kuning telur, bayam, golongan kacang-kacangan yaitu kacang merah dan legum. Lalu buah-buahan tertentu seperti jeruk, melon, pisang, anggur dan strawberry. Sedangkan yang menghambat penyerapan asam folat adalah vitamin B12 dan obat-obatan khusus seperti obat anti kanker.

Posted in Jenis-Jenis Anemia, Penyakit Anemia | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Anemia Pada Anak

anak-anemiaMenurut dokter spesialis anak bagian nutrisi dan penyakit metabolik anak dari RS. Harapan Kita, Dr. Tinuk Agung Meilany Sp.A(K) ada banyak faktor risiko yang menyebabkan terjadinya anemia pada anak, yaitu karena adanya masalah yang timbul mulai pada masa kehamilan, bayi lahir prematur, pemberian ASI dan bukan ASI yang tiak tepat, adanya perubahan pola makan dan kebutuhan jenis makanan, faktor ekonomi dan bisa juga karena menderita sakit tertentu.

Masalah yang timbul pada masa kehamilan biasanya terjadi karena nutrisi ibu yang kurang baik dan mengalami anemia. Bayi yang lahir prematur pun berisiko untuk terjadinya anemia lebih tinggi. Hal ini dikarenakan kondisi tubuhnya yang lebih kecil dan bayi tersebut membutuhkan banyak asupan nutrisi. Begitu pula bayi yang lahir kembar, memiliki risiko anemia yang lebih tinggi karena cadangan zat besi yang ada pada ibunya harus dibagi dengan kembarannya.

Risiko anemia yang terkait dengan asupan makanan adalah mengonsumsi susu sapi sebelum usia satu tahun, mengonsumsi susu sapi lebih dari 750 ml/hari, mengonsumsi formula yang kandungan zat besinya rendah dan tidak mendapat suplementasi zat besi yang cukup setelah 6 bulan.

Pemberian ASI dan bukan ASI seperti susu formula dan produk lainnya jika tidak diberikan dengan tepat dan jumlah yang cukup juga bisa membuat bayi mengalami anemia. Untuk itu pada bayi yang mendapat ASI eksklusif dan berusia 4 bulan keatas maka bayi sudah mulai mendapatkan zat gizi tambahan serupa suplemen zat besi. Pada bayi yang sudah berusia 6 bulan ke atas mulai memerlukan tambahan makanan bayi yaitu makanan pendamping ASI untuk menghindari kecukupan gizinya dan mencegah terjadinya anemia. Namun sayangnya, jika perekonomian orangtua tidak mencukupi maka akan menimbulkan masalah dalam pemberian asupan makanan terutama yang mengandung zat besi. Selain itu pada bayi dan balita yang memiliki sakit tertentu terutama sakit kronis juga bisa menyebabkan terjadinya anemia, misalnya sakit infeksi Tuberkulosis, peradangan pada saluran kemih, cacingan dan infeksi kronis lainnya.

Tanda dan gejala awal anak yang baru mengalami anemia biasanya tidak terlihat dan tidak disadari. Namun jika sudah mengalami anemia maka wajah akan terlihat pucat dan tubuhnya mengalami anemia yang berat.

Secara klinis, anak yang mengalami anemia akan mengalami lemas, letih, lesu, tidak nafsu makan dan malas minum. Sedangkan berdasarkan kadar hemoglobin, anak yang mengalami anemia maka kadar hemoglobinnya sudah di bawah 10g/dl.

 

Posted in Jenis-Jenis Anemia, Penyakit Anemia | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Cara Mengatasi Penyakit Anemia Pada Ibu Hamil

cara-mengatasi-anemia-pada-ibu-hamilAnemia yang terjadi pada ibu hamil merupakan hal yang wajar terjadi. Namun, jika tidak ditangani anemia bisa berdampak bagi kehamilan.

Ini berhubungan dengan meningkatkanya risiko terjadinya perdarahan pasca persalinan dan gangguan terhadap keadaan umum wanita hamil tersebut, misalnya kelainan kardiovaskuler karena kompensasi terhadap anemia.

Anemia juga bisa berdampak pada janin. Ini berhubugan dengan perkembangan pertumbuhan janin, dimana bayi akan lahir dalam kondisi tidak baik, misalnya berat badan bayi lahir rendah, prematuritas aborsi, kematian janin atau hidrops. Oleh sebab itu, para ahli kesehatan dan dokter spesialis kandungan menuturkan pada wanita untuk segera memeriksakan diri ke dokter setelah diketahui adanya kehamilan. “Perlu diingat bahwa tujuan dari pemeriksaan kehamilan adalah untuk mendeteksi adanya faktor risiko yang dapat mengganggu proses kehamilan dan persalinan.

Mencegah anemia pada ibu hamil bisa dilakukan dengan mencukupi kebutuhan nutrisi yang seimbang. Meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung zat besi (misalnya : sayuran hijau, daging merah, sereal, telur dan kacang-kacangan) juga bisa dilakukan untuk menjamin kebutuhan suplai zat besi.

Pada prinsipnya, nutrisi seimbang sesuai dengan piramida makanan adalah yang terbaik untuk mencegah terjadinya anemia saat kehamilan atau dalam mempersiapkan diri untuk kehamilan. Selain itu mengkonsumsi suplemen selama kehamilan juga sangat membantu untuk mengatasi anemia defisiensi asam folat. “Asupan suplemen besi sebesar 30 mg sebagai profilaksis terhadap anemia. Bila sudah terjadi tanda-tanda anemia, maka dosis ini sebaiknya dinaikkan menjadi 60-120 mg per hari.

Namun, jika asupan suplemen tidak membantu perbaikan atau paisen tidak bisa mentoleransi suplemen (atau ditemukan anemia kronis), maka pemberian zat besi intravena atau transfusi ditegaskan Dr. Kartiwa adalah pilihan. Hanya saja, transfusi dikatakannya bisa memberikan efek samping, baik langsung (misalnya demam, reaksi alergi, rekasi hemolitik, infeksi, penumpukan zat besi).

Tranfusi diberikan apabila anemia sudah mengganggu perkembangan janin di mana keadaan ini tidak bisa lagi ditatalaksanakan dengan menjaga keseimbangan asupan nutrisi atau pemberian suplemen.

Berikut ini ada beberapa tips untuk mengatasi dan mencegah anemia pada ibu hamil :

1. Ketika mengetahui hamil, segera periksa kondisi kesehatan anda dan apabil ada faktor genetik anemia pada ibu hamil. Ibu hamil harus mengenali gejala dan jenis anemia yang dialami ibu hamil. Gejala yang umumnya biasa terjadi pada ibu hamil seperti cepat merasa lelah, tubuh sering kehilang ion hingga merasa lesu dan kurang bergairah dalam melakukan aktivitas sehari-hari, mudah mengantuk, mata berkunag-kunang, kepala pusing dan mual.

2. Lakukan pemeriksaan darah dan menghitung kadar hemoglobin pada dokter kandungan. Untuk mengetahui apabila ada sel darah merah yang rendah. Jika di dapat hemoglobin rendah dan kadar tekanan darah normal menurun bisa ditandai anda mengalami anemia.

3. Konsumsi makan-makanan yang mengandung gizi dan nutrisi yang seimbang yang tidak hanya baik kondisi ibu hamil itu sendiri, namun dapat melindungi janin atau bayi kecacatan fisik atau lahir prematur.

4. Konsumsi makan dan buah yang mampu meningkatkan penyerapan zat besi dengan banyak konsumsi vitamin C seimbang yang mudah didapat dari buah jeruk, strawberry, brokoli, pepaya dan buah sumber vitamin C lainnya.

5. Kurangi konsumsi teh atau minuman yang mengandung kafein. Beberapa pendapat, mengatakan bila wanita hamil seharusnya mampu membatasi atau disiplin dalam konsumsi kafein yang terdapat dalam teh maupun kopi. Namun sedikit sekali wanita yang menyukai kopi. Selama masa kehamilan berlangsung umumnya dokter akan memberikan suplemen penambah darah agar penyerapan zat besi tidak terganggu. Namun, pentingnya memberi jarak konsumsi dengan makanan yang di asup.

Posted in Jenis-Jenis Anemia, Penyakit Anemia | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Anemia Pada Ibu Hamil

anemia-pada-ibu-hamilSatu lagi golongan yang rentan anemia yaitu ibu hamil. Jika diabaikan anemia bisa mengganggu kehamilan dan janinnya, seperti diuraikan oleh Dr. Kartiwa hadi Nuryanto, Sp.OG dari Departemen Obstetri Ginekologi FKUI-RSCM, ibu hamil memang mudah sekali mengalami anemia. Meski sebagian besar anemia pada ibu hamil bukanlah suatu kelainan, namun apabila ibu hamil mengalami anemia maka harus dilakukan penanganan yang tepat. Sebab jika diabaikan akan mengganggu kehamilan dan janinnnya.

Anemia pada ibu hamil biasa terjadi. Itu karena pada ibu hamil terjadi peningkatan jumlah eritrosit dan plasma. Peningkatan ini, dikatakan dr. Kartiwa penting untuk mendukung proses perfusi uteropalsenta, serta meningkatkan margin keamanan sehubungan dengan jumlah perdarahan selama proses persalinan.

Peningkatan plasma sebanyak 3 kali peningkatan jumlah eritrosit. Keadaan ini menyebabkan penurunan perbandingan haemoglobin-hematokrit sehingga menyebabkan terjadinya anemia fisiologis dalam kehamilan. Anemia fisiologis disini adalah keadaan yang normal.

Berdasarakan definisi dari WHO,  diuraikan Dr. Kartiwa, ibu hamil dikatakan anemia jika kadar Hb kurang dari 11 gr/dl pada trisemester pertama dan ketiga. Kadar Hb kurang dari 10,5 gr/dl pada trisemester kedua atau hematokrit kurang dari 32%, dikatakannya juga masuk dalam kategori ibu hamil anemia.

Tidak perlu khawatir, ditegaskan Dr. Kartiwa, anemia pada ibu hamil wajar terjadi. Baru dikatakan tidak wajar, jika anemia pada ibu hamil disebabkan oleh produksi haemoglobin yang tidak adekuat dimana umumnya disebabkan oleh defisiensi nutrisi (misalnya anemia defisiensi besi) atau produksi rantai hemoglobin yang tidak adekuat (thalasemia).

Berdasarkan data, dikatakan Dr. Kartiwa anemia ditemukan pada 56% wanita hamil, anmeia pada trisemester pertama ditemukan pada 4% dari wanita kulit putih dan 13% pada wanita kulit hitam, sedangkan anemia pada trisemester ketiga meningkat menjadi 19% pada wanita kulit putih dan 38% pada wanita kulit hitm. “ Lebih dari 50% tergantung letak geografis dan status sosioekonomi.”

Gejala dan penyebab anemia pada ibu hamil

Diuraikan Dr. Kartiwa, secara umum banyak penyebab dari anemia pada ibu hamil. Antara lain : produksi rantai hemoglobin yang tidak adekuat  karena penyakit tertentu, seperti thalasemia atau produksi hemoglobin yang tidak adekuat karena defisiensi nutrisi, misalnya: anemia defisiensi besi, asam folat, atau vitamin B12. Berikutnya, penghancuran eritrosit yang belebihan/anemia hemolitik (misalnya sickle cell  anemia, sickle cell trait/disease), dikatakannya juga bisa menyebabkan anemia.

Selain itu, penyebab lain dari anemia pada ibu hamil, seperti  : perdarahan, spherocytosis herediter, infeksi parasit, keganasan (misalkan leukemia, limfoma), kegagalan sumsum tuang (anemia aplastik), defisiensi glucose 6-phosphate dehydrogenase (G6PD) adalah sebab-sebab yang juga turut andil menjadi sebab anemia.

Karena penyebab anemia pada ibu hamil yang berbeda-beda, anemia juga memiliki tipe yang bebeda-beda yaitu anemia defisiensi besi, anemia megaloblastik,  anemia hipoplastik dan anemia hemolitik. Untuk membedakan anemia yang terjadi pada ibu hamil  diperlukan pemeriksaan labratorium, seperti pemeriksaan jumlah eritrosit, jumlah retikulosit, elektroforesa Hb, apus darah tepi, kadar besi serum dan pemeriksaan lainnya sesuai dengan kecurigaan berdasarkan anamnesis.

Namun, meskiun penyebab anemia yang terjadi pada setiap ibu hamil itu berbeda-beda, gejala anemia secara umum sama yaitu : pucat, mudah lelah, anoreksia (tidak nafsu makan), lemas, pandangan sering berkunang-kunang, sesak nafas dan edema /bengkak pada kasus berat.

Posted in Jenis-Jenis Anemia, Penyakit Anemia | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Anemia Hemolitik

eq1nWWqAodGlucose-6-phospate dehydrogenase (G6PDH) adalah enzim dalam  eritrosit yang berfungsi mengubah glucose -6 phospate menjadi 6-phospo gluconate pada proses oksidasi-reduksi Nikotinamide Adenin Dinucleotide (NAD) menjadi  Nikotinamide Adenin Dinucleotide Phospate Hydrogenase (NADPH). Koenzim NADPH yang termasuk dipakai untuk merubah glutation oksidase (GSSG) menjadi glutation tereduksi (GSH) oleh bantuan enzim glutation reduktase (GSSGR). Pada defisiensi G6PDH, eritrosit mudah mengalami oksidase stress yang mengakibatkan terjadi presipitase rantai globin yang disebut Heinz Bodies. Kerusakan membrane eritrosit ini mengakibatkan terjadinya kerusakan eritrosit yang dikenal dengan anemia hemolitik.

Penyakit anemia hemolitik terjadi karena defisiensi G6PDH yang disebabkan oleh mutasi pada gen di kromosom X. Penyakit anemia hemolitik ini terutama di dapatkan pada pria mempunyai  satu  kromosom X dan satu kromosom Y, s edangkan pada wanita terhadap dua kromosom X. Pada wanita kelainan ini diturunkan bila kedua kromosom X mengalami mutasi. Wanita dengan 1 kromosom yang mutan tidak menimbulkan anemia hemolitik,hanya sebagai pembawa sifat.  Pasien dengan G6PDH defisiensi dapat mengoksidasi GSH menjadi GSSG yang menyebabkan terjadinya oksidasi dari d=ranta globin yang menimbulkan Heinz bodies. Oksidasi ini terjadi bila pasien dengan G6PDH defisiensi menggunakan obat atau zat kimia yang bersifat oksidator .

Anemia hemolitik dapat terjadi dari berbagai penyebab, seperti defek genetic  di sel darah merah yang mempercepat   dekstruksi sel atau perkembangan idiopatik otoimun yang mendestruksi sel. Luka bakar berat, infeksi, pajanan darah yang tidak kompatibel, atau pajanan obat atau toksin tertentu juga dapat menyebabkan anemia hemolitik. Bergantung pada penyebabnya, anemia hemolitik dapat terjadi hanya sekali atau berulang. Beberapa penyebab khusus anemia hemolitik yang akan dijelaskan lebih terinci antara lain adalah anemia sel sabit, malaria, penyakit hemolitik pada bayi baru lahir, dan reaksi transfuse.

Uji-uji laboratorium awal harus mencakup pembuktian adanya serta derajat anemia hemolitik . Walaupun uji penyaring hemoglobin dilakukan sebelum konsultasi genetic, evaluasi laboratorium pada hemoglobinopati harus ditunjang oleh kecurigaan kuat adanya anemia hemolitik. Secara umum, pemeriksaan sumsum tulang tidak diperlukan. Elektroforesis hemoglobin pada selulosa asetat, atau elektroforesis gel kanji pada pH basa 8,6 merupakan uji laboratorium yang paling mudah untuk  membuktikan adanya hemoglobin abnormal. Hemoglobin yang dipisahkan dengan metode ini dapat dikuantifikasi dengan elusi (pemisahan dengan peencucian) dan analisispektrofotografik atau penapisan densitometry. Sebagian besar hemoglobin yang penting dapat dipisahkan  dengan metode ini. Sayangnya, metode ini tidak membedakan antara hemoglobin A dan F, sehingga hemoglobin  F harus diukur dengan metode lain. Hemoglobin F bersifat asam dan tahan basa, sedangkan hemoglobin A mengalami denaturasu, terutama pada pH rendah dan hal ini dijadikan prinsip pada pemeriksaan hemoglobin tahan asam untuk hemoglobin F.

Posted in Penyakit Anemia | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gangguan Penyakit Anemia

eq1nWWqAodKadar besi di dalam tubuh manusia normal umumnya berkisar 4 gram dan dua pertiganya berada di dalam hemoglobin. Selain itu, besi juga didapatkan dalam bentuk cadangan di dalam hati, limpa. Sumsum tulang , di dalam otot sebagai mioglobin juga sebagai enzim sitokrom dan katalase dalam jaringan. Oleh karena itu, kekurangan zat besi dapat menimbulkan gangguan penyakit anemia, lesu, kemah dan lekas lelah dan kelemahan pada otot, kekurangan besi pada anak akan mengakibatkan berkurangnya aktifitas serta daya tangkap.  Kebutuhan besi orang dewasa sekitar 20 mg/hari dan hanya 10% yang diserap oleh tubuh. Penyerapan besi ini meningkat bila pembentukan eritrosit di sumsum tulang meningkat dan akan menjadi lebih mudah diserap bila terdapat vitamin C. Namun dapat dihambat oleh asam fitat yang terdapat dalam sereal serta senyawa fosfat dan oksalat yang banyak di dapat dalam sayuran.

Besi yang diserap oleh usus akan memasuki aliran darah dan diangkut oleh apotransferin dan apoferitin. Besi yang terikat pada apotransferin disebut serum iron sedangkan besi yang terikat pada apoferitin disebut feritin. Besi dikeluarkan oleh tubuh sebagian besar melalui saluran cerna dan pada saat pelepasan epitel kulit.  Pada wanita, gangguan penyakit anemia dialami disaat besi juga dikeluarkan pada saat haid, hal inilah yang menyebabkan kebutuhan besi pada wanita jauh lebih banyak daripada pria.

Penderita gangguan status besi atau gangguan anemia umumnya  terlihat pucat. Penurunan kadar besi dalam tubuh dapat menyebabkan turunnya kadar mioglobin dalam otot, sehingga  pasien dengan gangguan status besi mudah lelah dan letih serta dapat mengalami kejang otot. Penderita juga dapat mengalami sesak  nafas karena turunnya jumlah besi dalam tubuh akan mengurangi kemampuan hemoglobin untuk mengikat oksigen dalam darah. Keluhan pada gangguan penyakit anemia lain yang biasanya terjadi berupa kesemutan, nyeri pada lidah (glositis), luka pada sudut mulut dan kuku berbentuk seperti sendok (koilinochia).

Disebuah laboratorium klinik, status besi tubuh dapat diukur dengan memeriksakan kadar serum iron, total iron binding capacity, saturasi transferin dan pemeriksaan kadar feritin. Pada gangguan penyakit anemia pada keadaan nrmal, kadar serum iron (SI) pada pria 31-44 ug dan 25-156 ug/dL pada wanita. Pengukuan kadar besi serum digunakan untuk mengetahui gangguan penggunaan besi dan penimbunan besi, khususnya ada pasien yang sering menggunakan obat yang mengandung besi, transfuse ulang atau yang mengalami penyakit infeksi. Besi di dalam darah diangkut oleh protein yang disebut transferin. Banyaknya besi yang diangkut oleh transferin ini disebut SI, sedangkan banyaknya  besi yang masih dapat diangkut oleh transferin (seandainya transeferin dijenuhkan besi) disebut sebagai total iron binding.

Kadar besi serum sangat berfluktuasi dari waktu ke waktu antara pagi dan sore. Hal ini dapat berbeda sekitar 20% dalam hari yang sama bahkan hingga yang dapat menurunkan kadar besi serum antara lain infeksi, penyakit dengan radang menahun  juga  keganasan, sedangkan kadar SI dapat  meningkat pada hepatitis dan penyakit dengan penimbunan besi.

Seperti disebutkan diatas, transferin merupakan protein pengangkut besi yang dalam keadaan normal memiliki kadar 250-450 ug/dL dan akan jenuh dengan besi antara 20-45%, hala ini disebut sebagai saturasi transferin. Oleh karenapengukuran saturasi transferin diperlukan untuk mengetahui status besi dalam tubuh.  Saturasi transferin menurun pada kehamilan dan penyakit menahun, sertameningkat pada penyakit menahun penimbunan besi. Pemeriksaan SI dan TIBC dapat dilakukan di laboratorium dengan menggunakan prinsip ferrozine.

Posted in Penyakit Anemia | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Anemia

Anemia adalah suatu keadaan yang ditandai oleh berkurangnya kadar hemoglobin di dalam aliran darah. Kadar hemoglobin ini tergantung pada umur, seks  dan ketinggian tempat tinggal. Hemoglobin adalah pigmen darah berwarna merah yang didapatkan di dalam eritrosit dan berfungsi mengikat serat mengangkut oksigen dari paru ke jaringan dan CO2 dari jaringan ke paru. Dalam keadaan normal, eritrosit mempunyai masa 120 hari, setelah itu eritrosit akan dirusak di limpa dan digantikan dengan eritrosit baru yang dihasilkan oleh sumsum tulang. Pada keadaan tertentu umur eritrosit ini bisa memendek yaitu < 120 hari yang mengakibatkan terjadinya anemia.

Nilai batas kadar hemoglobin pada anemia dapat dilihat pada tabel 1. Umumnya pasien disebut anemia, bila keadaan hemoglobin kurang dari 12 g/dL.

penyakit-anemia

Tabel 1. Nilai normal Hb pada berbagai umur dan jenis kelamin

Kriteria Kadar Hb (g/dL)
Bayi baru lahir 16.5 ± 3.0
Bayi 3 tahun 11.5 ± 2.0
Anak usia 1 tahun 12.0 ± 1.5
Anak usia 10-12 tahun 13.0 ± 1.5
Wanita tidak hamil 14.0 ± 2.5
Pria dewasa 15.5 ± 2.5

Dikenal 2 macam anemia yaitu anemia absolute dan anemia relative. Anemia absolute terjadi karena menurunnya massa eritrosit di dalam tubuh, sedangkan anemia relatife terjadi karena peninggkatan volume plasma seperti didapatkan pada wanita hamil dan makroglobulinemia. Oleh karena itu anemia pada ibu hamil menunjukkan kadar hemoglobin yang lebih rendah dari kadar hemoglobin orang normal yaitu < 11 g/dL

Bermacam-macam penyebab anemia yaitu anemia yang disebabkan oleh gangguan produksi eritrosit atau umur eritrosit memendek atau karena pengeluaran darah berlebihan dari tubuh yang tidak dapat dikompensasi oleh produksi sel darah di sumsum tulang. Oleh karena itu setiap anemia harus diketahui penyebabnya agar dapat diobati.

Anemia dapat digolongkan berdasarkan morfologi eritrosit atau berdasarkan penyebabnya. Anemia yang berdasarkan morfologi dikenal anemia mikrositik, normostik dan makrositik. Sering anemia tidak disebabkan oleh satu macam kelainan morfologi eritrosit saja.

Dikenal pula anemia berdasarkan penyebabnya seperti :

  1. Kekurangan gizi yaitu kekurangan zat besi, asam folat, vitamin B12 dan protein
  2. Penghancuran eritrosit berlebihan (umur eritrosit memendek) yang tidak dapat dikompensasi oleh pembentukan sel darah di sumsum tulang.
  3. Anemia yang disebabkan oleh pembentukan sel darah yang berkurang seperti anemia aplastik.
  4. Perdarahan dapat menimbulkan anemia tergantung banyaknya darah yang dikeluarkan dari tubuh dan kadar hemoglobin pada saat perdarahan terjadi.

Gejala klinik pada anemia timbul akibat :

–  Hantaran oksigen ke jaringan berkurang karena menurunnya kadar hemoglobin dan volume darah

– Cepatnya penurunan kadar hemoglobin

– Timbul perubahan pada pompa jantung yang menyebabkan rasa berdebar, napas menjadi cepat akibat perubahan daya ikat oksigen terhadap hemoglobin. Anemia yang terjadi perlahan-lahan hampir tidak menunjukkan keluhan maupun perubahan fisik napalagi bila pasien dalam keadaan istirahat.

– Cepat lelah, sesak napas, pingsan, vertigo, berdebar-debar, nyeri pada betis dan sakit kepala

– Perubahan fisik yang terlihat berupa nadi cepat, tekanan darah rendah, kadang-kadang terdapat edema dan kelainan pada bunyi katup jantung

Sebagaimana diketahui di dalam aliran darah terdapat sel darah yang terdiri dari eritrosit, leukosit dan trombosit yang diproduksi oleh sumsum tulang. Eritrosit adalah sel darah yang berfungsi untuk mengangkut oksigen dari paru ke jaringan dan mengangkut CO2 dari jaringan keparu.

Laktosit adalah sel darah yang berfungsi secara umum untuk daya pertahanan tubuh seperti pada alergi, infeksi dan peningkatan daya tahan tubuh. Trombosit adalah sel darah yang dihasilkan oleh megakariosit di sumsum tulang yang berfungsi menghentikan perdarahan dengan menutup luka. Oleh karena itu untuk mengetahui adanya anemia, morfologi dari eritrosit dan penyebab anemia perlu dilakukan pemeriksaan hematologi yang meliputi:

  1. Kadar hemoglobin
  2. Nilai hematokrit
  3. Jumlah eritrosit
  4. Jumlah leukosit
  5. Jumlah trombosit
  6. Nilai eritrosit rerata : MCV, MCH dan MCHC

Selain itu untuk mencari penyebab anemia perlu dilakukan pemeriksaan zat besi karena penyebab anemia terbanyak adalah kelainan metabolisme besi. Pemeriksaan yang perlu dilakukan adalah (Serum Iron = SI), daya ikat besi total (Total Iron Binding Capacity = TIBC) dan feritin. Untuk mengetahui penyebab anemia yang ditimbulkan oleh zat nutrient lain yang perlu diperiksa adalah kadar vitamin B12, asam folat, kadar protein total dan albumin. Anemia yang diturunkan dalam satu keluarga perlu dilakukan analisa hemoglobin bila diduga terdapat kelainan tertentu bila penyebab anemia tidak dapat diketahui darah, perlu dilakukan anemia tidak dapat diketahui darah, perlu dilakukan pengambilan sumsum tulang dan menilai aktivitas sumsum tulang untuk memastikan penyebab anemia.

Untuk mengetahui penyebab anemia harus diketahui morfologi eritrosit terlebih dahulu yang diketahui dengan memeriksa nilai MCV, MCH dan MCHC. Nilai MCV dipakai untuk mengetahui ukuran eritrosit, nilai MCH untuk mengetahui banyaknya hemoglobin dalam satu eritrosit rerata, sedangkan nilai MCHC mengukur konsentrasi hemoglobin dalam satu eritrosit. Selain parameter diatas pada pemeriksaan hematologi diperlukan data jumlah retikulosit. Jumlah retikulosit akan meningkat pada anemia yang disebabkan oleh penghancuran eritrosit berlebih, perdarahan hebat dan untuk monitoring hasil pengobatan.

Bila pengobatan anemia berhasil jumlah retikulosit akan meningkat yang menandakan pembentukan sel darah di sumsum tulang cukup aktif untuk mengatasi anemia.

Posted in Jenis-Jenis Anemia, Penyakit Anemia | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment