Anemia

Anemia adalah suatu keadaan yang ditandai oleh berkurangnya kadar hemoglobin di dalam aliran darah. Kadar hemoglobin ini tergantung pada umur, seks  dan ketinggian tempat tinggal. Hemoglobin adalah pigmen darah berwarna merah yang didapatkan di dalam eritrosit dan berfungsi mengikat serat mengangkut oksigen dari paru ke jaringan dan CO2 dari jaringan ke paru. Dalam keadaan normal, eritrosit mempunyai masa 120 hari, setelah itu eritrosit akan dirusak di limpa dan digantikan dengan eritrosit baru yang dihasilkan oleh sumsum tulang. Pada keadaan tertentu umur eritrosit ini bisa memendek yaitu < 120 hari yang mengakibatkan terjadinya anemia.

Nilai batas kadar hemoglobin pada anemia dapat dilihat pada tabel 1. Umumnya pasien disebut anemia, bila keadaan hemoglobin kurang dari 12 g/dL.

penyakit-anemia

Tabel 1. Nilai normal Hb pada berbagai umur dan jenis kelamin

Kriteria Kadar Hb (g/dL)
Bayi baru lahir 16.5 ± 3.0
Bayi 3 tahun 11.5 ± 2.0
Anak usia 1 tahun 12.0 ± 1.5
Anak usia 10-12 tahun 13.0 ± 1.5
Wanita tidak hamil 14.0 ± 2.5
Pria dewasa 15.5 ± 2.5

Dikenal 2 macam anemia yaitu anemia absolute dan anemia relative. Anemia absolute terjadi karena menurunnya massa eritrosit di dalam tubuh, sedangkan anemia relatife terjadi karena peninggkatan volume plasma seperti didapatkan pada wanita hamil dan makroglobulinemia. Oleh karena itu anemia pada ibu hamil menunjukkan kadar hemoglobin yang lebih rendah dari kadar hemoglobin orang normal yaitu < 11 g/dL

Bermacam-macam penyebab anemia yaitu anemia yang disebabkan oleh gangguan produksi eritrosit atau umur eritrosit memendek atau karena pengeluaran darah berlebihan dari tubuh yang tidak dapat dikompensasi oleh produksi sel darah di sumsum tulang. Oleh karena itu setiap anemia harus diketahui penyebabnya agar dapat diobati.

Anemia dapat digolongkan berdasarkan morfologi eritrosit atau berdasarkan penyebabnya. Anemia yang berdasarkan morfologi dikenal anemia mikrositik, normostik dan makrositik. Sering anemia tidak disebabkan oleh satu macam kelainan morfologi eritrosit saja.

Dikenal pula anemia berdasarkan penyebabnya seperti :

  1. Kekurangan gizi yaitu kekurangan zat besi, asam folat, vitamin B12 dan protein
  2. Penghancuran eritrosit berlebihan (umur eritrosit memendek) yang tidak dapat dikompensasi oleh pembentukan sel darah di sumsum tulang.
  3. Anemia yang disebabkan oleh pembentukan sel darah yang berkurang seperti anemia aplastik.
  4. Perdarahan dapat menimbulkan anemia tergantung banyaknya darah yang dikeluarkan dari tubuh dan kadar hemoglobin pada saat perdarahan terjadi.

Gejala klinik pada anemia timbul akibat :

-  Hantaran oksigen ke jaringan berkurang karena menurunnya kadar hemoglobin dan volume darah

- Cepatnya penurunan kadar hemoglobin

- Timbul perubahan pada pompa jantung yang menyebabkan rasa berdebar, napas menjadi cepat akibat perubahan daya ikat oksigen terhadap hemoglobin. Anemia yang terjadi perlahan-lahan hampir tidak menunjukkan keluhan maupun perubahan fisik napalagi bila pasien dalam keadaan istirahat.

- Cepat lelah, sesak napas, pingsan, vertigo, berdebar-debar, nyeri pada betis dan sakit kepala

- Perubahan fisik yang terlihat berupa nadi cepat, tekanan darah rendah, kadang-kadang terdapat edema dan kelainan pada bunyi katup jantung

Sebagaimana diketahui di dalam aliran darah terdapat sel darah yang terdiri dari eritrosit, leukosit dan trombosit yang diproduksi oleh sumsum tulang. Eritrosit adalah sel darah yang berfungsi untuk mengangkut oksigen dari paru ke jaringan dan mengangkut CO2 dari jaringan keparu.

Laktosit adalah sel darah yang berfungsi secara umum untuk daya pertahanan tubuh seperti pada alergi, infeksi dan peningkatan daya tahan tubuh. Trombosit adalah sel darah yang dihasilkan oleh megakariosit di sumsum tulang yang berfungsi menghentikan perdarahan dengan menutup luka. Oleh karena itu untuk mengetahui adanya anemia, morfologi dari eritrosit dan penyebab anemia perlu dilakukan pemeriksaan hematologi yang meliputi:

  1. Kadar hemoglobin
  2. Nilai hematokrit
  3. Jumlah eritrosit
  4. Jumlah leukosit
  5. Jumlah trombosit
  6. Nilai eritrosit rerata : MCV, MCH dan MCHC

Selain itu untuk mencari penyebab anemia perlu dilakukan pemeriksaan zat besi karena penyebab anemia terbanyak adalah kelainan metabolisme besi. Pemeriksaan yang perlu dilakukan adalah (Serum Iron = SI), daya ikat besi total (Total Iron Binding Capacity = TIBC) dan feritin. Untuk mengetahui penyebab anemia yang ditimbulkan oleh zat nutrient lain yang perlu diperiksa adalah kadar vitamin B12, asam folat, kadar protein total dan albumin. Anemia yang diturunkan dalam satu keluarga perlu dilakukan analisa hemoglobin bila diduga terdapat kelainan tertentu bila penyebab anemia tidak dapat diketahui darah, perlu dilakukan anemia tidak dapat diketahui darah, perlu dilakukan pengambilan sumsum tulang dan menilai aktivitas sumsum tulang untuk memastikan penyebab anemia.

Untuk mengetahui penyebab anemia harus diketahui morfologi eritrosit terlebih dahulu yang diketahui dengan memeriksa nilai MCV, MCH dan MCHC. Nilai MCV dipakai untuk mengetahui ukuran eritrosit, nilai MCH untuk mengetahui banyaknya hemoglobin dalam satu eritrosit rerata, sedangkan nilai MCHC mengukur konsentrasi hemoglobin dalam satu eritrosit. Selain parameter diatas pada pemeriksaan hematologi diperlukan data jumlah retikulosit. Jumlah retikulosit akan meningkat pada anemia yang disebabkan oleh penghancuran eritrosit berlebih, perdarahan hebat dan untuk monitoring hasil pengobatan.

Bila pengobatan anemia berhasil jumlah retikulosit akan meningkat yang menandakan pembentukan sel darah di sumsum tulang cukup aktif untuk mengatasi anemia.


=====================================

>>> K-Link Liquid Chlorophyll Untuk Anemia, Membantu Meningkatkan Jumlah Sel Darah Merah, Menjaga Kadar Hemoglobin Tetap Normal, Meningkatkan Stamina dan Energi Tubuh, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Jenis-Jenis Anemia, Penyakit Anemia and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>