Jenis – Jenis Anemia

Anemia atau yang disebut dengan penyakit yang diakibatkan karena kurang darah. Anemia disebabkan oleh jumlah sel darah merah yang rendah. Sel darah merah yang disebut eritrosit yang dibentuk di sumsum tulang yang memiliki tugas sebagai pembawa oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh. Sel darah merah yang baru dibentuk tergantung dari hormon alami yang disebut dengan eritropoitin (EPO) yang dibentuk dan dikeluarkan oleh organ ginjal. Seseorang yang mengalami anemia kurang mampu membawa oksigen di dalam darah yang kemudian akan mengakibatkan tubuh mudah merasa lelah, kesulitan bernafas, kerja dari denyut jantung yang semakin meningkat dan wajah yang terlihat pucat, hal ini merupakan bagian dari gejala anemia.

Gambar anemia dan penyebaran sel darah merah di dalam tubuh

 

Darah (sel darah merah) dapat dihitung atau diperkirakan jumlahnya dengan menggunakan hematokrit atau hemoglobin (Hb). Namun untuk mengetahui jumlah sel darah merah diperlukan pemeriksaan setiap 1 atau 3 bulan sekali dan dilihat apakah ada ketergantungan dari pemakaian obat-obatan, jika dalam pemeriksaan dan pengobatan terdapat kandungan lain dalam sel darah merah maka akan mempengaruhi hemoglobin (Hb) menjadi turun dibawah batas normal.

Penyakit anemia atau kekurangan pasokan darah dan oksigen atau kekurangan sel darah merah, memiliki beberapa jenis dan tipe anemia yang diantaranya adalah :

Anemia berdasarkan tipe dan penyebabnya

1. Anemia gizi

Anemia gizi umumnya terjadi akibat adanya defisiensi zat gizi yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk dan memproduksi sel darah merah. Anemia gizi ini dikenal dengan kekurangan sel darah merah atau kurang darah yang diakibatkan kurangnya pemenuhan zat gizi dalam tubuh seperti zat besi, vitamin E, asam folat, vitamin B12 dan vitamin B6. Kekurangan sumber zat gizi inilah yang membuat seseorang mudah mengalami anemia.

2. Anemia non gizi

Anemia non gizi merupakan penyakit anemia atau kurang darah yang diakibatkan karena adanya perdarahan seperti luka, menstruasi yang mengeluarkan darah menstruasi secara berlebihan. Adapula penyebab lainnya dari anemia non gizi yang juga mempengaruhi seseorang mengalami anemia dalam kategori tersebut seperti terdapat atau memiliki riwayat penyakit darah yang bersifat genetik seperti hemofilia, thalassemia yang merupakan penyakit genetik yang dapat memperburuk keadaan atau kondisi anemia.

Jenis – Jenis anemia, yakni :

1. Anemia mikrositik, hipokrom misalnya: anemia defesiensi besi, dan talasemia, sel-sel darah merah kecil mengandung Hemoglobin dalam jumlah yang kurang dari normal. Anemia Defisiensi, karena kekurangan faktor pematangan eritrosit (besi, asam folat, vitamin B12, protein, piridoksin, eritropoetin, dan sebagainya).

2. Anemia normositik, normokrom misalnya : setelah kehilangan darah akut, adalah Ukuran dan bentuk sel-sel darah merah normal serta mengandung hemoglobin dalam jumlah yang normal

3. Anemia makrositik, misalnya anemia megaloblastik, adalah ukuran sel-sel darah merah lebih besar dari normal tetapi konsentrasi hemoglobin normal.

4. Anemia hemolitik, terjadi akibat penghancuran (hemolisis) eritrosit yang berlebihan.

Hal ini dibedakan menjadi dua faktor yaitu :

a. Faktor intrasel

Misal talassemia, hemoglobinopatia (talassemia HbE, sickle cell anemia), sferositos congenital, defisiensi enzim eritrosit (G-6PD, piruvat kinase, glutation reduktase).

b. Faktor ekstrasel

Misal intoksikasi, infeksi (malaria), imunologis (inkompabilitas golongan darah, reaksi hemolitik pada transfusi darah).

5. Anemia Aplastik, disebabkan terhentinya pembuatan sel darah oleh sumsum tulang. Menegakkan diagnosis anemia harus digabungkan pertimbangan morfologis dan etiologi.

Dampak buruk dari anemia mengakibatkan 2 hal, yakni :

a. Anemia akibat penurunan kualitas sel darah merah

Anemia yang diakibatkan oleh penurunan kualitas sel darah merah akan mengakibatkan kualitas pembentukan sel darah merah apabila sel darah merah berukuran terlalu kecil (mikrositik) atau terlalu besar (makrositik). Kualitas anemia juga dapat terganggu jika terjadi gangguan dalam pembentukan hemoglobin. Hal ini akan menyebabkan konsentrasi hemoglobin yang tinggi berlebihan (hiperkromik) atau rendah berlebihan (hipokromik).

b. Anemia akibat lisis atau perdarahan

Anemia akibat lisis mendadak berkaitan dengan penurunan jumlah total sel-sel darah merah dalam sirkulasi. Sel-sel darah merah secara normal hidup sekitar 120 hari. Destruksi atau hilangnya sel darah merah yang terjadi sebelum 100 hari bersifat tidak normal.


=====================================

>>> K-Link Liquid Chlorophyll Untuk Anemia, Membantu Meningkatkan Jumlah Sel Darah Merah, Menjaga Kadar Hemoglobin Tetap Normal, Meningkatkan Stamina dan Energi Tubuh, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Jenis-Jenis Anemia, Penyakit Anemia and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>