Anemia Hemolitik

eq1nWWqAodGlucose-6-phospate dehydrogenase (G6PDH) adalah enzim dalam  eritrosit yang berfungsi mengubah glucose -6 phospate menjadi 6-phospo gluconate pada proses oksidasi-reduksi Nikotinamide Adenin Dinucleotide (NAD) menjadi  Nikotinamide Adenin Dinucleotide Phospate Hydrogenase (NADPH). Koenzim NADPH yang termasuk dipakai untuk merubah glutation oksidase (GSSG) menjadi glutation tereduksi (GSH) oleh bantuan enzim glutation reduktase (GSSGR). Pada defisiensi G6PDH, eritrosit mudah mengalami oksidase stress yang mengakibatkan terjadi presipitase rantai globin yang disebut Heinz Bodies. Kerusakan membrane eritrosit ini mengakibatkan terjadinya kerusakan eritrosit yang dikenal dengan anemia hemolitik.

Penyakit anemia hemolitik terjadi karena defisiensi G6PDH yang disebabkan oleh mutasi pada gen di kromosom X. Penyakit anemia hemolitik ini terutama di dapatkan pada pria mempunyai  satu  kromosom X dan satu kromosom Y, s edangkan pada wanita terhadap dua kromosom X. Pada wanita kelainan ini diturunkan bila kedua kromosom X mengalami mutasi. Wanita dengan 1 kromosom yang mutan tidak menimbulkan anemia hemolitik,hanya sebagai pembawa sifat.  Pasien dengan G6PDH defisiensi dapat mengoksidasi GSH menjadi GSSG yang menyebabkan terjadinya oksidasi dari d=ranta globin yang menimbulkan Heinz bodies. Oksidasi ini terjadi bila pasien dengan G6PDH defisiensi menggunakan obat atau zat kimia yang bersifat oksidator .

Anemia hemolitik dapat terjadi dari berbagai penyebab, seperti defek genetic  di sel darah merah yang mempercepat   dekstruksi sel atau perkembangan idiopatik otoimun yang mendestruksi sel. Luka bakar berat, infeksi, pajanan darah yang tidak kompatibel, atau pajanan obat atau toksin tertentu juga dapat menyebabkan anemia hemolitik. Bergantung pada penyebabnya, anemia hemolitik dapat terjadi hanya sekali atau berulang. Beberapa penyebab khusus anemia hemolitik yang akan dijelaskan lebih terinci antara lain adalah anemia sel sabit, malaria, penyakit hemolitik pada bayi baru lahir, dan reaksi transfuse.

Uji-uji laboratorium awal harus mencakup pembuktian adanya serta derajat anemia hemolitik . Walaupun uji penyaring hemoglobin dilakukan sebelum konsultasi genetic, evaluasi laboratorium pada hemoglobinopati harus ditunjang oleh kecurigaan kuat adanya anemia hemolitik. Secara umum, pemeriksaan sumsum tulang tidak diperlukan. Elektroforesis hemoglobin pada selulosa asetat, atau elektroforesis gel kanji pada pH basa 8,6 merupakan uji laboratorium yang paling mudah untuk  membuktikan adanya hemoglobin abnormal. Hemoglobin yang dipisahkan dengan metode ini dapat dikuantifikasi dengan elusi (pemisahan dengan pencucian) dan analisispektrofotografik atau penapisan densitometry. Sebagian besar hemoglobin yang penting dapat dipisahkan  dengan metode ini. Sayangnya, metode ini tidak membedakan antara hemoglobin A dan F, sehingga hemoglobin  F harus diukur dengan metode lain. Hemoglobin F bersifat asam dan tahan basa, sedangkan hemoglobin A mengalami denaturasu, terutama pada pH rendah dan hal ini dijadikan prinsip pada pemeriksaan hemoglobin tahan asam untuk hemoglobin F.

Cara Pemesanan Obat Penyakit Anemia

Obat Penyakit Anemia Herbal, Alami, Tradisional Untuk Membantu Meningkatkan Jumlah Sel Darah Merah, Menjaga Kadar Hemoglobin Tetap Normal, Meningkatkan Stamina dan Energi Tubuh

Harga Obat Penyakit Anemia K-Link Liquid Chlorophyll 1 Botol isi 500 ml = Rp.175.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Penyakit Anemia, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap 

Posted in Penyakit Anemia | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Comments Off on Anemia Hemolitik

Gangguan Penyakit Anemia

eq1nWWqAodKadar besi di dalam tubuh manusia normal umumnya berkisar 4 gram dan dua pertiganya berada di dalam hemoglobin. Selain itu, besi juga didapatkan dalam bentuk cadangan di dalam hati, limpa. Sumsum tulang , di dalam otot sebagai mioglobin juga sebagai enzim sitokrom dan katalase dalam jaringan. Oleh karena itu, kekurangan zat besi dapat menimbulkan gangguan penyakit anemia, lesu, kemah dan lekas lelah dan kelemahan pada otot, kekurangan besi pada anak akan mengakibatkan berkurangnya aktifitas serta daya tangkap.  Kebutuhan besi orang dewasa sekitar 20 mg/hari dan hanya 10% yang diserap oleh tubuh. Penyerapan besi ini meningkat bila pembentukan eritrosit di sumsum tulang meningkat dan akan menjadi lebih mudah diserap bila terdapat vitamin C. Namun dapat dihambat oleh asam fitat yang terdapat dalam sereal serta senyawa fosfat dan oksalat yang banyak di dapat dalam sayuran.

Besi yang diserap oleh usus akan memasuki aliran darah dan diangkut oleh apotransferin dan apoferitin. Besi yang terikat pada apotransferin disebut serum iron sedangkan besi yang terikat pada apoferitin disebut feritin. Besi dikeluarkan oleh tubuh sebagian besar melalui saluran cerna dan pada saat pelepasan epitel kulit.  Pada wanita, gangguan penyakit anemia dialami disaat besi juga dikeluarkan pada saat haid, hal inilah yang menyebabkan kebutuhan besi pada wanita jauh lebih banyak daripada pria.

Penderita gangguan status besi atau gangguan anemia umumnya  terlihat pucat. Penurunan kadar besi dalam tubuh dapat menyebabkan turunnya kadar mioglobin dalam otot, sehingga  pasien dengan gangguan status besi mudah lelah dan letih serta dapat mengalami kejang otot. Penderita juga dapat mengalami sesak  nafas karena turunnya jumlah besi dalam tubuh akan mengurangi kemampuan hemoglobin untuk mengikat oksigen dalam darah. Keluhan pada gangguan penyakit anemia lain yang biasanya terjadi berupa kesemutan, nyeri pada lidah (glositis), luka pada sudut mulut dan kuku berbentuk seperti sendok (koilinochia).

Disebuah laboratorium klinik, status besi tubuh dapat diukur dengan memeriksakan kadar serum iron, total iron binding capacity, saturasi transferin dan pemeriksaan kadar feritin. Pada gangguan penyakit anemia pada keadaan nrmal, kadar serum iron (SI) pada pria 31-44 ug dan 25-156 ug/dL pada wanita. Pengukuan kadar besi serum digunakan untuk mengetahui gangguan penggunaan besi dan penimbunan besi, khususnya ada pasien yang sering menggunakan obat yang mengandung besi, transfuse ulang atau yang mengalami penyakit infeksi. Besi di dalam darah diangkut oleh protein yang disebut transferin. Banyaknya besi yang diangkut oleh transferin ini disebut SI, sedangkan banyaknya  besi yang masih dapat diangkut oleh transferin (seandainya transeferin dijenuhkan besi) disebut sebagai total iron binding.

Kadar besi serum sangat berfluktuasi dari waktu ke waktu antara pagi dan sore. Hal ini dapat berbeda sekitar 20% dalam hari yang sama bahkan hingga yang dapat menurunkan kadar besi serum antara lain infeksi, penyakit dengan radang menahun  juga  keganasan, sedangkan kadar SI dapat  meningkat pada hepatitis dan penyakit dengan penimbunan besi.

Seperti disebutkan diatas, transferin merupakan protein pengangkut besi yang dalam keadaan normal memiliki kadar 250-450 ug/dL dan akan jenuh dengan besi antara 20-45%, hal ini disebut sebagai saturasi transferin. Oleh karena pengukuran saturasi transferin diperlukan untuk mengetahui status besi dalam tubuh.  Saturasi transferin menurun pada kehamilan dan penyakit menahun, sertameningkat pada penyakit menahun penimbunan besi. Pemeriksaan SI dan TIBC dapat dilakukan di laboratorium dengan menggunakan prinsip ferrozine.

Cara Pemesanan Obat Penyakit Anemia

Obat Penyakit Anemia Herbal, Alami, Tradisional Untuk Membantu Meningkatkan Jumlah Sel Darah Merah, Menjaga Kadar Hemoglobin Tetap Normal, Meningkatkan Stamina dan Energi Tubuh

Harga Obat Penyakit Anemia K-Link Liquid Chlorophyll 1 Botol isi 500 ml = Rp.175.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Penyakit Anemia, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap 

Posted in Penyakit Anemia | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Comments Off on Gangguan Penyakit Anemia

Anemia

Anemia adalah suatu keadaan yang ditandai oleh berkurangnya kadar hemoglobin di dalam aliran darah. Kadar hemoglobin ini tergantung pada umur, seks  dan ketinggian tempat tinggal. Hemoglobin adalah pigmen darah berwarna merah yang didapatkan di dalam eritrosit dan berfungsi mengikat serat mengangkut oksigen dari paru ke jaringan dan CO2 dari jaringan ke paru. Dalam keadaan normal, eritrosit mempunyai masa 120 hari, setelah itu eritrosit akan dirusak di limpa dan digantikan dengan eritrosit baru yang dihasilkan oleh sumsum tulang. Pada keadaan tertentu umur eritrosit ini bisa memendek yaitu < 120 hari yang mengakibatkan terjadinya anemia.

Nilai batas kadar hemoglobin pada anemia dapat dilihat pada tabel 1. Umumnya pasien disebut anemia, bila keadaan hemoglobin kurang dari 12 g/dL.

penyakit-anemia

Tabel 1. Nilai normal Hb pada berbagai umur dan jenis kelamin

Kriteria Kadar Hb (g/dL)
Bayi baru lahir 16.5 ± 3.0
Bayi 3 tahun 11.5 ± 2.0
Anak usia 1 tahun 12.0 ± 1.5
Anak usia 10-12 tahun 13.0 ± 1.5
Wanita tidak hamil 14.0 ± 2.5
Pria dewasa 15.5 ± 2.5

Dikenal 2 macam anemia yaitu anemia absolute dan anemia relative. Anemia absolute terjadi karena menurunnya massa eritrosit di dalam tubuh, sedangkan anemia relatife terjadi karena peninggkatan volume plasma seperti didapatkan pada wanita hamil dan makroglobulinemia. Oleh karena itu anemia pada ibu hamil menunjukkan kadar hemoglobin yang lebih rendah dari kadar hemoglobin orang normal yaitu < 11 g/dL

Bermacam-macam penyebab anemia yaitu anemia yang disebabkan oleh gangguan produksi eritrosit atau umur eritrosit memendek atau karena pengeluaran darah berlebihan dari tubuh yang tidak dapat dikompensasi oleh produksi sel darah di sumsum tulang. Oleh karena itu setiap anemia harus diketahui penyebabnya agar dapat diobati.

Anemia dapat digolongkan berdasarkan morfologi eritrosit atau berdasarkan penyebabnya. Anemia yang berdasarkan morfologi dikenal anemia mikrositik, normostik dan makrositik. Sering anemia tidak disebabkan oleh satu macam kelainan morfologi eritrosit saja.

Dikenal pula anemia berdasarkan penyebabnya seperti :

  1. Kekurangan gizi yaitu kekurangan zat besi, asam folat, vitamin B12 dan protein
  2. Penghancuran eritrosit berlebihan (umur eritrosit memendek) yang tidak dapat dikompensasi oleh pembentukan sel darah di sumsum tulang.
  3. Anemia yang disebabkan oleh pembentukan sel darah yang berkurang seperti anemia aplastik.
  4. Perdarahan dapat menimbulkan anemia tergantung banyaknya darah yang dikeluarkan dari tubuh dan kadar hemoglobin pada saat perdarahan terjadi.

Gejala klinik pada anemia timbul akibat :

–  Hantaran oksigen ke jaringan berkurang karena menurunnya kadar hemoglobin dan volume darah

– Cepatnya penurunan kadar hemoglobin

– Timbul perubahan pada pompa jantung yang menyebabkan rasa berdebar, napas menjadi cepat akibat perubahan daya ikat oksigen terhadap hemoglobin. Anemia yang terjadi perlahan-lahan hampir tidak menunjukkan keluhan maupun perubahan fisik apalagi bila pasien dalam keadaan istirahat.

– Cepat lelah, sesak napas, pingsan, vertigo, berdebar-debar, nyeri pada betis dan sakit kepala

– Perubahan fisik yang terlihat berupa nadi cepat, tekanan darah rendah, kadang-kadang terdapat edema dan kelainan pada bunyi katup jantung

Sebagaimana diketahui di dalam aliran darah terdapat sel darah yang terdiri dari eritrosit, leukosit dan trombosit yang diproduksi oleh sumsum tulang. Eritrosit adalah sel darah yang berfungsi untuk mengangkut oksigen dari paru ke jaringan dan mengangkut CO2 dari jaringan keparu.

Laktosit adalah sel darah yang berfungsi secara umum untuk daya pertahanan tubuh seperti pada alergi, infeksi dan peningkatan daya tahan tubuh. Trombosit adalah sel darah yang dihasilkan oleh megakariosit di sumsum tulang yang berfungsi menghentikan perdarahan dengan menutup luka. Oleh karena itu untuk mengetahui adanya anemia, morfologi dari eritrosit dan penyebab anemia perlu dilakukan pemeriksaan hematologi yang meliputi:

  1. Kadar hemoglobin
  2. Nilai hematokrit
  3. Jumlah eritrosit
  4. Jumlah leukosit
  5. Jumlah trombosit
  6. Nilai eritrosit rerata : MCV, MCH dan MCHC

Selain itu untuk mencari penyebab anemia perlu dilakukan pemeriksaan zat besi karena penyebab anemia terbanyak adalah kelainan metabolisme besi. Pemeriksaan yang perlu dilakukan adalah (Serum Iron = SI), daya ikat besi total (Total Iron Binding Capacity = TIBC) dan feritin. Untuk mengetahui penyebab anemia yang ditimbulkan oleh zat nutrient lain yang perlu diperiksa adalah kadar vitamin B12, asam folat, kadar protein total dan albumin. Anemia yang diturunkan dalam satu keluarga perlu dilakukan analisa hemoglobin bila diduga terdapat kelainan tertentu bila penyebab anemia tidak dapat diketahui darah, perlu dilakukan anemia tidak dapat diketahui darah, perlu dilakukan pengambilan sumsum tulang dan menilai aktivitas sumsum tulang untuk memastikan penyebab anemia.

Untuk mengetahui penyebab anemia harus diketahui morfologi eritrosit terlebih dahulu yang diketahui dengan memeriksa nilai MCV, MCH dan MCHC. Nilai MCV dipakai untuk mengetahui ukuran eritrosit, nilai MCH untuk mengetahui banyaknya hemoglobin dalam satu eritrosit rerata, sedangkan nilai MCHC mengukur konsentrasi hemoglobin dalam satu eritrosit. Selain parameter diatas pada pemeriksaan hematologi diperlukan data jumlah retikulosit. Jumlah retikulosit akan meningkat pada anemia yang disebabkan oleh penghancuran eritrosit berlebih, perdarahan hebat dan untuk monitoring hasil pengobatan.

Bila pengobatan anemia berhasil jumlah retikulosit akan meningkat yang menandakan pembentukan sel darah di sumsum tulang cukup aktif untuk mengatasi anemia.

Cara Pemesanan Obat Penyakit Anemia

Obat Penyakit Anemia Herbal, Alami, Tradisional Untuk Membantu Meningkatkan Jumlah Sel Darah Merah, Menjaga Kadar Hemoglobin Tetap Normal, Meningkatkan Stamina dan Energi Tubuh

Harga Obat Penyakit Anemia K-Link Liquid Chlorophyll 1 Botol isi 500 ml = Rp.175.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Penyakit Anemia, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap 

Posted in Jenis-Jenis Anemia, Penyakit Anemia | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Comments Off on Anemia

Anemia Pernisiosa

Anemia pernisiosa adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh defisiensi vitamin B12 akibat kurangnya faktor intrinsik karena atrofi lambung. Manifestasi mencakup anemia makrositik dan demielinasi saraf, khususnya mengenai kolom posterior dan lateral medula spinalis.

penyakit-anemiaAnemia pernisiosa yang tidak diobati menyebabkan gangguan yang serius bahkan kematian. Prevalensi anemia pernisiosa yang tidak diobati menyebabkan gangguan yang serius bahkan kematian. Prevalensi anemia pernisiosa pada usia 40 tahun adalah 0,02 % dan antara usia 50 dan 60 tahun adalah 0,5 %.

Anemia pernisiosa mulai tampak pada masa dewasa pertengahan atau sesudahnya. Insiden paling tinggi pada orang yang berasal dari Eropa Utara. Tidak jelas terdapat pola pewarisan genetik, tetapi anggota keluarga pasien berisiko lebih besar mengalami sebagian atau seluruh kompleks penyakit ini.

Pasien anemia pernisiosa serta anggota keluarga sedarah yang normal sering memiliki autoantibodi terhadap sel parietal lambung dan faktor intrinsik (FI) serta autoantibodi tiroid.

Terapi untuk anemia pernisiosa sederhana dan efektif. Vitamin B12 diberikan melalui suntikan, melewatkan defek penyerapan sehingga hematopoiesis kembali dapat normal. Vitamin B12 yang disuntikkan memperbaiki gejala-gejala neurologik, tetapi tidak mempengaruhi asiditas lambung atau peningkatan kerentanan (sekitar tiga kali daripada normal) terjangkit karsinoma lambung. Hipofungsi tiroid dan adrenal lebih seirng terjadi pada pasien anemia pernisiosa daripada populasi umum.

Cara Pemesanan Obat Penyakit Anemia

Obat Penyakit Anemia Herbal, Alami, Tradisional Untuk Membantu Meningkatkan Jumlah Sel Darah Merah, Menjaga Kadar Hemoglobin Tetap Normal, Meningkatkan Stamina dan Energi Tubuh

Harga Obat Penyakit Anemia K-Link Liquid Chlorophyll 1 Botol isi 500 ml = Rp.175.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Penyakit Anemia, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap 

Posted in Jenis-Jenis Anemia, Penyakit Anemia | Tagged , , , , , , , , , , , | Comments Off on Anemia Pernisiosa

Penyakit Anemia Kronis

Penyakit anemia kronis merupakan bentuk anemia derajat ringan sampai sedang yang terjadi akibat: infeksi kronis, peradangan, trauma dan penyakit neoplastik yang telah berlangsung 1–2 bulan dan tidak disertai penyakit hati, ginjal dan endokrin. Jenis anemia ini ditandai dengan kelainan metabolisme besi, sehingga terjadi hipoferemia dan penumpukan besi di makrofag. Secara garis besar patogenesis anemia penyakit kronis dititikberatkan pada 3 abnormalitas utama: ketahanan hidup eritrosit yang memendek akibat terjadinya lisis eritrosit lebih dini, respon sumsum tulang karena respon eritropoetin yang terganggu atau menurun, dan gangguan metabolisme berupa gangguan reutilisasi besi.

eq1nWWqAod

Penyakit anemia kronis sering bersamaan dengan anemia defisiensi besi dan keduanya memberikan gambaran penurunan besi serum. Oleh karena itu penentuan parameter besi yang lain diperlukan untuk membedakannya. 5 Pemeriksaan rutin yang dilakukan untuk menentukan defisiensi besi akan menemui kesulitan bila berkaitan dengan anemia penyakit kronis. Pemeriksaan khusus seperti pengecatan sumsum tulang untuk menentukan cadangan besi dengan pewarnaan Prussian Blue bersifat invasif, oleh karena itu diperlukan metode untuk menentukan parameter besi lain yang praktis dengan nilai diagnostik yang tinggi guna membedakannya.

Pada pemeriksaan status besi pada penyakit anemia kronis didapatkan penurunan besi serum, transferin saturasi transferin, dan total protein pengikat besi, sedangkan kadar feritin dapat normal atau meningkat. Kadar reseptor transferin di anemia penyakit kronis adalah normal. Berbeda dengan defisiensi besi yang kadar total protein pengikat besi meningkat, sedangkan feritin menurun, dan kadar reseptor transferin meningkat.

Cara Pemesanan Obat Penyakit Anemia

Obat Penyakit Anemia Herbal, Alami, Tradisional Untuk Membantu Meningkatkan Jumlah Sel Darah Merah, Menjaga Kadar Hemoglobin Tetap Normal, Meningkatkan Stamina dan Energi Tubuh

Harga Obat Penyakit Anemia K-Link Liquid Chlorophyll 1 Botol isi 500 ml = Rp.175.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Penyakit Anemia, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap 

Posted in Penyakit Anemia, Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Comments Off on Penyakit Anemia Kronis

Penyakit Anemia Hemolitik

Anemia hemolitik adalah suatu gangguan yang berkaitan dengan memendeknya usia sel darah merah. Biasanya terdapat kelainan intrakorpskular atau ekstrakorpuskular sehingga rentang hidup eritrosit menjadi terbatas. Luas dan keparahan anemia bergantung pafda kecepatan dekstruksi dan pengeluaran sel darah merah dan diseimbangkan oleh peningkatan kompensatorik pembentuk eritrosit di sumsum tulang.

tulang normal mampu meningkatkan aktivitas kerjanya enam sampai delapan kali lipat, sehingga anemia mungkin belum muncul sampai rentang eritrosit memendek menjadi sekitar 20 hari. Anemia hemolitik dapat diklasifikasikan menjadi gangguan yang berkaitan dengan defek intrinsik (ontra korpuskular) atau yang berkaitan dengan defek ekstrinsik (ekstrakorpuskular)
Untuk memhamai patofisiologi hemolisis akibat kelainanan membran eritrosit diperlukan pengetahuan dasar tentang struktur membran sel darah merah. Membran memiliki suatu komponen rangka yang terdiri dari suatu rantai protein yang terletak di dekat emmbran sel. Integritas struktural eritrosit bergantung pada kemampuannya menahan gaya-gaya memotong (shear foces) sewaktu melewati mikrosirkulasi. Protein rangka membran inilah yang menyebabkan eritrositdapat menahan gaya-gaya tersebut dan gangguan pada protein ini berkaitan dengan memendeknya usia eritrosit, yaitu hemolisis.

Eeritrosit harus lentur (deformable) dan memiliki rasio luas permukaan terhadap volume yang sesuai untuk menahan gaya memotong dan tekanan osmotik. Komposisi kimiawi membran adalah lapis ganda lipid yang teridir dari kolesterol dan fosfolipid, membentuk sekitar 50% dari struktur kimia yang tersusun berhadapan erat dengan protein membran. Beberapa protein membran menembus lapis-ganda lemak, sementara yanbg lain terletak dibagian internal dan bagian lain terdistribusi hanya dibagian perifer lemak membran. Protein integral menembus membran lipid. Sedangkan protein perifer terletak di aspek internal membran sel. Protein membran terdiri dari beberapa protein yang disebut spektrin, aktin, dan beberapa protein lain.

Cara Pemesanan Obat Penyakit Anemia

Obat Penyakit Anemia Herbal, Alami, Tradisional Untuk Membantu Meningkatkan Jumlah Sel Darah Merah, Menjaga Kadar Hemoglobin Tetap Normal, Meningkatkan Stamina dan Energi Tubuh

Harga Obat Penyakit Anemia K-Link Liquid Chlorophyll 1 Botol isi 500 ml = Rp.175.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Penyakit Anemia, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap 

Posted in Penyakit Anemia | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Comments Off on Penyakit Anemia Hemolitik

Anemia Pada Anak

Mungkin selama ini anda mengira, bahwa anemia hanya terserang pada orang dewasa. Pada dasarnya pendapat tersebut tidaklah benar, sebab anemia juga dapat meyerang pada anak.

Anemia pada anak berdampak pada terganggunya tumbuh kembang anak, seperti daya tangkap yang kurang sehingga menurunnya tingkat kecerdasan dalam melakukan aktivitas pada umumnya.

Berikut adalah ciri-ciri anak yang menderita anemia :

  1. Anak terlihat lemah, letih, lesu, dan lelah.
  2. Menurunnya data pikir, akibatnya sulit berkonsentrasi
  3. Mata berkunang-kunang daya tahan tubuh menurun yang ditandai dengan gampang sakit.

Untuk mencegah agar anak terhindar dari anemia, baiknya anak banyak mendapatkan asupan makanan dengan gizi yang seimbang serta suplemen alamiah.

Cara Pemesanan Obat Penyakit Anemia

Obat Penyakit Anemia Herbal, Alami, Tradisional Untuk Membantu Meningkatkan Jumlah Sel Darah Merah, Menjaga Kadar Hemoglobin Tetap Normal, Meningkatkan Stamina dan Energi Tubuh

Harga Obat Penyakit Anemia K-Link Liquid Chlorophyll 1 Botol isi 500 ml = Rp.175.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Penyakit Anemia, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap 

Posted in Penyakit Anemia | Tagged , , , , , | Comments Off on Anemia Pada Anak

Penyakit Anemia

Anemia adalah berkurangnya jumlah sel darah merah atau kandungan hemoglobin didalam darah. Hemoglobin (Hb) adalah suatu senyawa protein pembawa oksigen didalam sel darah merah. Sel darah merah di produksi di sumsum tulang. Sebagai bahan baku diperlukan zat gizi dari makanan, termasuk berbagai vitamin (B2,B12) dan mineral (zat besi).

Berikut adalah gejala yang dialami oleh penderita anemia :

  • Mudah letih bila melakukan aktifitas fisik/ mental
  • Nafas pendek
  • Pusing
  • Tidak nafsu
  • Pucat

Apabila anda mnegalami gejala diatas, sebaiknya anda waspada dan perlu mengetahui hal-hal yang merupakan penyebab anemia, seperti pendarahan (luka, haid berlebihan, dan cacing tambang), keruskan sel darah merah yang berlebihan (disebabkan reaksi transfusi yang tidak cocok), serta produksi sel darah merah berkurang atau kurang gizi (zat besi, vit B2), gagal gunjal, kanker, dan penyakit kronis lainnya.

Cara Pemesanan Obat Penyakit Anemia

Obat Penyakit Anemia Herbal, Alami, Tradisional Untuk Membantu Meningkatkan Jumlah Sel Darah Merah, Menjaga Kadar Hemoglobin Tetap Normal, Meningkatkan Stamina dan Energi Tubuh

Harga Obat Penyakit Anemia K-Link Liquid Chlorophyll 1 Botol isi 500 ml = Rp.175.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Penyakit Anemia, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap 

Posted in Penyakit Anemia | Tagged , , , , , , | Comments Off on Penyakit Anemia

Jenis – Jenis Anemia

Anemia atau yang disebut dengan penyakit yang diakibatkan karena kurang darah. Anemia disebabkan oleh jumlah sel darah merah yang rendah. Sel darah merah yang disebut eritrosit yang dibentuk di sumsum tulang yang memiliki tugas sebagai pembawa oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh. Sel darah merah yang baru dibentuk tergantung dari hormon alami yang disebut dengan eritropoitin (EPO) yang dibentuk dan dikeluarkan oleh organ ginjal. Seseorang yang mengalami anemia kurang mampu membawa oksigen di dalam darah yang kemudian akan mengakibatkan tubuh mudah merasa lelah, kesulitan bernafas, kerja dari denyut jantung yang semakin meningkat dan wajah yang terlihat pucat, hal ini merupakan bagian dari gejala anemia.

Gambar anemia dan penyebaran sel darah merah di dalam tubuh

Darah (sel darah merah) dapat dihitung atau diperkirakan jumlahnya dengan menggunakan hematokrit atau hemoglobin (Hb). Namun untuk mengetahui jumlah sel darah merah diperlukan pemeriksaan setiap 1 atau 3 bulan sekali dan dilihat apakah ada ketergantungan dari pemakaian obat-obatan, jika dalam pemeriksaan dan pengobatan terdapat kandungan lain dalam sel darah merah maka akan mempengaruhi hemoglobin (Hb) menjadi turun dibawah batas normal.

Penyakit anemia atau kekurangan pasokan darah dan oksigen atau kekurangan sel darah merah, memiliki beberapa jenis dan tipe anemia yang diantaranya adalah :

Anemia berdasarkan tipe dan penyebabnya

1. Anemia gizi

Anemia gizi umumnya terjadi akibat adanya defisiensi zat gizi yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk dan memproduksi sel darah merah. Anemia gizi ini dikenal dengan kekurangan sel darah merah atau kurang darah yang diakibatkan kurangnya pemenuhan zat gizi dalam tubuh seperti zat besi, vitamin E, asam folat, vitamin B12 dan vitamin B6. Kekurangan sumber zat gizi inilah yang membuat seseorang mudah mengalami anemia.

2. Anemia non gizi

Anemia non gizi merupakan penyakit anemia atau kurang darah yang diakibatkan karena adanya perdarahan seperti luka, menstruasi yang mengeluarkan darah menstruasi secara berlebihan. Adapula penyebab lainnya dari anemia non gizi yang juga mempengaruhi seseorang mengalami anemia dalam kategori tersebut seperti terdapat atau memiliki riwayat penyakit darah yang bersifat genetik seperti hemofilia, thalassemia yang merupakan penyakit genetik yang dapat memperburuk keadaan atau kondisi anemia.

Jenis – Jenis anemia, yakni :

1. Anemia mikrositik, hipokrom misalnya: anemia defesiensi besi, dan talasemia, sel-sel darah merah kecil mengandung Hemoglobin dalam jumlah yang kurang dari normal. Anemia Defisiensi, karena kekurangan faktor pematangan eritrosit (besi, asam folat, vitamin B12, protein, piridoksin, eritropoetin, dan sebagainya).

2. Anemia normositik, normokrom misalnya : setelah kehilangan darah akut, adalah Ukuran dan bentuk sel-sel darah merah normal serta mengandung hemoglobin dalam jumlah yang normal

3. Anemia makrositik, misalnya anemia megaloblastik, adalah ukuran sel-sel darah merah lebih besar dari normal tetapi konsentrasi hemoglobin normal.

4. Anemia hemolitik, terjadi akibat penghancuran (hemolisis) eritrosit yang berlebihan.

Hal ini dibedakan menjadi dua faktor yaitu :

a. Faktor intrasel

Misal talassemia, hemoglobinopatia (talassemia HbE, sickle cell anemia), sferositos congenital, defisiensi enzim eritrosit (G-6PD, piruvat kinase, glutation reduktase).

b. Faktor ekstrasel

Misal intoksikasi, infeksi (malaria), imunologis (inkompabilitas golongan darah, reaksi hemolitik pada transfusi darah).

5. Anemia Aplastik, disebabkan terhentinya pembuatan sel darah oleh sumsum tulang. Menegakkan diagnosis anemia harus digabungkan pertimbangan morfologis dan etiologi.

Dampak buruk dari anemia mengakibatkan 2 hal, yakni :

a. Anemia akibat penurunan kualitas sel darah merah

Anemia yang diakibatkan oleh penurunan kualitas sel darah merah akan mengakibatkan kualitas pembentukan sel darah merah apabila sel darah merah berukuran terlalu kecil (mikrositik) atau terlalu besar (makrositik). Kualitas anemia juga dapat terganggu jika terjadi gangguan dalam pembentukan hemoglobin. Hal ini akan menyebabkan konsentrasi hemoglobin yang tinggi berlebihan (hiperkromik) atau rendah berlebihan (hipokromik).

b. Anemia akibat lisis atau perdarahan

Anemia akibat lisis mendadak berkaitan dengan penurunan jumlah total sel-sel darah merah dalam sirkulasi. Sel-sel darah merah secara normal hidup sekitar 120 hari. Destruksi atau hilangnya sel darah merah yang terjadi sebelum 100 hari bersifat tidak normal.

Cara Pemesanan Obat Penyakit Anemia

Obat Penyakit Anemia Herbal, Alami, Tradisional Untuk Membantu Meningkatkan Jumlah Sel Darah Merah, Menjaga Kadar Hemoglobin Tetap Normal, Meningkatkan Stamina dan Energi Tubuh

Harga Obat Penyakit Anemia K-Link Liquid Chlorophyll 1 Botol isi 500 ml = Rp.175.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Penyakit Anemia, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap 

Posted in Jenis-Jenis Anemia, Penyakit Anemia | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Comments Off on Jenis – Jenis Anemia

Gejala dan Penyebab Anemia

Anemia adalah berkurangnya jumlah sel darah merah atau kandungan hemoglobin di dalam darah. Hemoglobin (hb) adalah suatu senyawa protein pembawa oksigen di dalam sel darah merah. Sel darah merah diproduksi di sumsum tulang. Sebagai bahan baku diperlukan zat gizi dari makanan, termasuk berbagai vitamin (B2, B12) dan mineral (zat besi).

Skema bagian tubuh yang menjadi gejala dari anemia

Berikut adalah gejala yang dialami oleh penderita anemia :

– Mudah letih bila melakukan aktivitas fisik / mental
– Nafas pendek
– Pusing
– Tidak nafsu makan
– Wajah terlihat pucat

Apabila mengalami gejala anemia seperti diatas, sebaiknya waspada dan perlu mengetahui hal-hal yang merupakan penyebab anemia, seperti perdarahan (luka, haid berlebihan, dan cacing tambang), kerusakan sel darah merah yang berlebihan disebabkan oleh reaksi transfusi yang tidak cocok, serta produksi sel darah merah berkurang atau kurang gizi (zat besi, vitamin B2), gagal ginjal, kanker dan penyakit kronis lainnya.

Penyebab umum dari anemia :
– Perdarahan hebat
– Akut (mendadak)
– Kecelakaan
– Pembedahan
– Persalinan
– Pecah pembuluh darah
– Kronik (menahun)
– Perdarahan hidung
– Wasir (hemoroid)
– Ulkus peptikum
– Kanker atau polip di saluran pencernaan
– Tumor ginjal atau kandung kemih
– Perdarahan menstruasi yang sangat banyak

Berkurangnya pembentukan sel darah merah :
– Kekurangan zat besi
– Kekurangan vitamin B12
– Kekurangan asam folat
– Kekurangan vitamin C
– Penyakit kronik

Meningkatnya penghancuran sel darah merah :
– Pembesaran limpa
– Kerusakan mekanik pada sel darah merah
– Reaksi autoimun terhadap sel darah merah:
– Hemoglobinuria nokturnal paroksismal
– Sferositosis herediter
– Elliptositosis herediter
– Kekurangan G6PD
– Penyakit sel sabit
– Penyakit hemoglobin C
– Penyakit hemoglobin S-C
– Penyakit hemoglobin E
– Thalasemia

Cara Pemesanan Obat Penyakit Anemia

Obat Penyakit Anemia Herbal, Alami, Tradisional Untuk Membantu Meningkatkan Jumlah Sel Darah Merah, Menjaga Kadar Hemoglobin Tetap Normal, Meningkatkan Stamina dan Energi Tubuh

Harga Obat Penyakit Anemia K-Link Liquid Chlorophyll 1 Botol isi 500 ml = Rp.175.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Penyakit Anemia, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap 

Posted in Penyakit Anemia | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Comments Off on Gejala dan Penyebab Anemia