Penyakit Anemia Pada Ibu Hamil

anemia-pada-ibu-hamilSatu lagi golongan yang rentan anemia yaitu ibu hamil. Jika diabaikan anemia bisa mengganggu kehamilan dan janinnya, seperti diuraikan oleh Dr. Kartiwa hadi Nuryanto, Sp.OG dari Departemen Obstetri Ginekologi FKUI-RSCM, ibu hamil memang mudah sekali mengalami anemia. Meski sebagian besar anemia pada ibu hamil bukanlah suatu kelainan, namun apabila ibu hamil mengalami anemia maka harus dilakukan penanganan yang tepat. Sebab jika diabaikan akan mengganggu kehamilan dan janinnnya.

Anemia pada ibu hamil biasa terjadi. Itu karena pada ibu hamil terjadi peningkatan jumlah eritrosit dan plasma. Peningkatan ini, dikatakan dr. Kartiwa penting untuk mendukung proses perfusi uteropalsenta, serta meningkatkan margin keamanan sehubungan dengan jumlah perdarahan selama proses persalinan.

Peningkatan plasma sebanyak 3 kali peningkatan jumlah eritrosit. Keadaan ini menyebabkan penurunan perbandingan haemoglobin-hematokrit sehingga menyebabkan terjadinya anemia fisiologis dalam kehamilan. Anemia fisiologis disini adalah keadaan yang normal.

Berdasarakan definisi dari WHO,  diuraikan Dr. Kartiwa, ibu hamil dikatakan anemia jika kadar Hb kurang dari 11 gr/dl pada trisemester pertama dan ketiga. Kadar Hb kurang dari 10,5 gr/dl pada trisemester kedua atau hematokrit kurang dari 32%, dikatakannya juga masuk dalam kategori ibu hamil anemia.

Tidak perlu khawatir, ditegaskan Dr. Kartiwa, anemia pada ibu hamil wajar terjadi. Baru dikatakan tidak wajar, jika anemia pada ibu hamil disebabkan oleh produksi haemoglobin yang tidak adekuat dimana umumnya disebabkan oleh defisiensi nutrisi (misalnya anemia defisiensi besi) atau produksi rantai hemoglobin yang tidak adekuat (thalasemia).

Berdasarkan data, dikatakan Dr. Kartiwa anemia ditemukan pada 56% wanita hamil, anmeia pada trisemester pertama ditemukan pada 4% dari wanita kulit putih dan 13% pada wanita kulit hitam, sedangkan anemia pada trisemester ketiga meningkat menjadi 19% pada wanita kulit putih dan 38% pada wanita kulit hitm. “ Lebih dari 50% tergantung letak geografis dan status sosioekonomi.”

Gejala dan penyebab anemia pada ibu hamil

Diuraikan Dr. Kartiwa, secara umum banyak penyebab dari anemia pada ibu hamil. Antara lain : produksi rantai hemoglobin yang tidak adekuat  karena penyakit tertentu, seperti thalasemia atau produksi hemoglobin yang tidak adekuat karena defisiensi nutrisi, misalnya: anemia defisiensi besi, asam folat, atau vitamin B12. Berikutnya, penghancuran eritrosit yang belebihan/anemia hemolitik (misalnya sickle cell  anemia, sickle cell trait/disease), dikatakannya juga bisa menyebabkan anemia.

Selain itu, penyebab lain dari anemia pada ibu hamil, seperti  : perdarahan, spherocytosis herediter, infeksi parasit, keganasan (misalkan leukemia, limfoma), kegagalan sumsum tuang (anemia aplastik), defisiensi glucose 6-phosphate dehydrogenase (G6PD) adalah sebab-sebab yang juga turut andil menjadi sebab anemia.

Karena penyebab anemia pada ibu hamil yang berbeda-beda, anemia juga memiliki tipe yang bebeda-beda yaitu anemia defisiensi besi, anemia megaloblastik,  anemia hipoplastik dan anemia hemolitik. Untuk membedakan anemia yang terjadi pada ibu hamil  diperlukan pemeriksaan labratorium, seperti pemeriksaan jumlah eritrosit, jumlah retikulosit, elektroforesa Hb, apus darah tepi, kadar besi serum dan pemeriksaan lainnya sesuai dengan kecurigaan berdasarkan anamnesis.

Namun, meskiun penyebab anemia yang terjadi pada setiap ibu hamil itu berbeda-beda, gejala anemia secara umum sama yaitu : pucat, mudah lelah, anoreksia (tidak nafsu makan), lemas, pandangan sering berkunang-kunang, sesak nafas dan edema /bengkak pada kasus berat.


=====================================

>>> K-Link Liquid Chlorophyll Untuk Anemia, Membantu Meningkatkan Jumlah Sel Darah Merah, Menjaga Kadar Hemoglobin Tetap Normal, Meningkatkan Stamina dan Energi Tubuh, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Jenis-Jenis Anemia, Penyakit Anemia and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>